SD Aisyiyah Harapkan Wali Kota Beri Perlindungan

Tidak ada komentar 153 views

Surabaya, (DOC) – Siswa SD Aisyiyah didampingi oleh orang tuanya mendatangi balai kota surabaya hendak mengaduhkan nasibnya ke Walikota Surabaya. Pasalnya mereka tidak bisa menikmati pendidikan dasar semenjak sekolahnya di Jl. Wonorejo Indah Timur Kav 21 Surabaya ditutup sepihak oleh Kepala Dinas Pendidikan Surabaya.
Para siswa ini mendatangi balai kota sekitar pukul 09.00 wib dengan membawa poster serta Drum band meminta kepada Walikota Surabaya tidak menutup tempat mereka mencari ilmu. Karena semenjak dikeluarkannya surat teguran dari Dinas pendidikan Surabaya bernomor 421.1/3010/436.6.4/2013 yang memerintahkan menutup sekolah secara sepihak tanpa beralasan sama sekali.
Padahal selama dua tahun ini kata Mochammad Imam Hanafi anaknya merasa nyaman bersekolah di SD Aisyiyah. “ Anak saya naik kelas dua dan sudah merasa nyaman sekolah disana karena memiliki perlengkapan yang komplit mulai drum band serta cara mengajarnya sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” kata Imam Hanafi yang mendamping anak saat mendatangi dibalai kota Surabaya. Selasa (11/6/2013).
Mochammad Imam Hanafi juga kaget kenapa tanpa ada apa-apa tiba-tiba Dinas Pendidikan surabaya menutup tanpa melihat kondisi siswa yang kebanyakkannya orang tua hidup digaris kemiskinan. “ dan yang membuat saya tidak habis pikir Dinas pendidikan tidak memberikan solusi dikemanakan anak-anak kami, melainkan melantarkan siswa begitu saja sehingga mereka kebingunan mau belajar dimana,” ujarnya. Sembari menuturkan jika dinas mempertanyakan soal ijinnya, pihak sekolahan sudah menurus ijin sejak sekolah ini didirikan pada bulan November tahun 2011 lalu namun hingga sekarang ijin tidak dikeluarkan melainkan kepala Dinas Pendidikan Ikhsan mengeluarkan surat penutupan.
“ Tentunya apa yang dilakukan kepada dinas pendidikan bertentangan dengan apa yang dikatan Walikota Surabaya waktu menjadi nominator Kota Layak Anak Nindya utama, di Surabaya tidak boleh ada anak yang tidak sekolah. Surabaya berkomitmen mewujudkan masa depan yang baik bagi anak-anak. Semua anak berhak atas pendidikan yang layak,” ujar Imam saat menirukan perkataan walikota Risma.
Namun sayang kedatangan para siswa berserta walimuridnya ini tidak ditemui oleh walikota Surabaya melainkan oleh Sumarno Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Kota Surabaya. perwakilan dari Dinas Pendidikan Surabaya berserta pengurus Muhammadiyah Surabaya. Dalam pertemuan tersebut Sumarno berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi para siswa dan wali murid untuk disampaikan kepada Bu Walikota Surabaya.
“ Para siswa ini menginginkan sekolah tetap berdiri dan untuk sementara kita tampung yang kemudia akan kita sampaikan kepada Bu Wali,” pungkasnya. (r4)