SD Aisyiyah Yang Ditutup, Masih Banyak Peminat

Tidak ada komentar 136 views

Surabaya,(DOC) – Meskipun SD Aisyiyah tidak boleh melakukan aktivitas mengajar lagi oleh Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan. Ternyata hal tersebut tidak dihiraukan oleh warga Wonorejo untuk menyekolahkan anaknya di sekolahan yang terletak di Jl. Wonorejo Indah Timur Kav 21. Hingga saat ini sudah ada sekitar 10 calon siswa baru yang sudah mendaftar.
Kepala SD Aisyiyah Heri Wibowo mengatakan pada awalnya wali murid dan warga ketakutkan namun karena tidak ada kejelaskan mengenai merger yang ditawarkan oleh Dinas Pendidikan dan Pengurus PDA Kota Surabaya . sehingga wali murid menginginkan SD Aisyiyah tetap berdiri supaya anaknya tetap menikmati pendidikan.
“Wali murid ditawarkan dimerger di SD Muhammadyah Kenjeran itu ditolak warga karena jarak yang begitu jauh serta ongkosnya begitu mahal. Apa lagi selama ini mereka sekolah disini digratisan dengan fasilitas sesuai dengan standarlisasi SD pada umumnya,” kata Heri Wibowo saat ditemui di SD Aisyiyah. Rabu (12/6).
Perrnyataan Heri diamini oleh calon wali murid baru Faisol, dirinya yakin menyekolahkan anaknya di SD Aisyiyah karena sistem pengajarannya sangat berkwalitas dibandingkan dengan sekolah disekitar Wonorejo.
“Bayangkan saja anak-anak baru kelas satu menginjak kelas dua, namum siswa bisa berprestasi dengan melukis atau menggambar yang kemarin dipameran laku keras,” ujar Faisol warga RT 2 Wonorejo.
Selain itu kata pria lulusan pondok Gontor Kediri ini menuturkan para siswa sini juga sering dipanggil oleh pihak Kecamatan Rungkut saat acara untuk mengisi acaranya memainkan dram band.
“Sebelum saya sudah survei ke beberapa sekolah di sekitar rumah namun hanya di SD Aisyiyah lah yang bisa memainkan alat dram band meskipun baru kelas satu ini kan sebuah prestasi luar biasa,” tegasnya.
Untuk itu kata Faisol, dirinya berharap sekolah ini tetap buka dan memberikan mengajar anak-anak, dalam menikmati pendidikan yang layak sesuai yang diamanahkan dalam UUD 45 serta Undang–Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Dimana dalam UU tersebut pemerintah daerah harus menberikan fasilitas buat anak-anak untuk menikmati pendidikan.
“ Saat ini kita sudah menerima calon siswa baru sekitar 10 siswa, sebelum ada rame-rame gini sudah mencapai 25 anak yang sudah mendaftar,’timpal Heri. (r4)