SDN Dikawasan Margorejo Akan Terbangun Diatas Lahan Ruislah PT Maspion

foto : hearing antara PT Maspion, Pemkot Surabaya dan Warga Margorejo di komisi A DPRD kota Surabaya

Surabaya,(DOC) – Sengketa lahan ruislah (tukar guling) di kawasan Margorejo antara PT Maspion dengan Warga dan Pemkot Surabaya yang telah berlangsung selama 20 tahun lebih, akhirnya menuai titik terang.

Rapat dengar pendapat(hearing) yang digelar oleh Pansus ruislah di Komisi A DPRD Surabaya, Senin(5/2/2018), PT Maspion telah menyanggupi permintaan warga tentang keberadaan SDN Margorejo 1 untuk dikembalikan seperti semula dengan pelaksana proyek yakni tim dari Pemkot Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Achmad Dahlan, salah satu tokoh masyarakat dilingkungan warga Margorejo, membeberkan, bahwa masalah sengketa ini sudah berlangsung sejak tahun 2004 lalu.

“Kami meminta membagi tanah ruislag ini dari PT Maspion seluas 3000 meterpersegi untuk bisa secepatnya dibangunkan Sekolah SD yang sudah dijanjikan pemerintah kota,” katanya disela hearing.

Selain bangunan SD, warga juga meminta uang kembalian dari hasil ruislah asset Pemkot ke PT Maspion sebesar Rp. 10 milliar yang akan digunakan untuk pelebaran lahan makam.

“Kami mengusulkan pembagian tanah itu  masih ada pengembalian uang Rp 10 milliar untuk tanah makam yang kondisinya sudah penuh,” imbuhnya.

Menanggapi permintaan warga, PT Maspion merasa tidak keberatan dan siap memberikan kompensasi lahan untuk fasilitas umum.

“Pihak kami sudah siap menyisihkan lahan 3000 meterpersegi untuk pembangunan Sekolah, kantor kecamatan dan Puskesmas dari total tanah ruislah seluas 6800 meter persegi,” tandas Sukamto Direktur Utama PT Maspion.

Sementara itu ketua Pansus ruislah Komisi A DPRD Surabaya, Minun Latif mengatakan, protes warga Margorejo kini sudah terselesaikan. Apalagi Pemkot Surabaya sudah menganggarkan biaya pembangunan SDN Margorejo di tahun 2018 ini.

“Tinggal pelaksanaannya saja, kapan mulai dibangun oleh Pemkot. Pansus akan terus mengawalnya sampai selesai,” tandas Politisi PKB ini

Seperti pemberitaan sebelumnya, rusilah lahan milik Pemkot Surabaya dengan PT Maspion ini telah terjadi 2 kali yakni ditahun 1996 dan 2004 lalu.

Keputusan DPRD di tahun 1996 silam, seluruh asset Pemkot berupa lahan dan bangunan ditukar gulingkan ke PT Maspion dengan kompensasi dana dan lahan pengganti di sekitar pabrik paku.

Namun keputusan DPRD tersebut berubah pada tahun 2004 lalu, karena warga Margorejo memprotesnya. Ruislah hanya berlaku pada bangunan saja, tidak serta merta diikuti dengan lahan. Ditahun 2018 ini, PT Maspion mengajukan permintaan kembali soal status ruislah lahan ke dewan.

Dengan dasar itu, Komisi A DPRD kota Surabaya membentuk pantita khusus pelepasan asset Pemkot di kawasan Margorejo.

Pansus ini akan merubah keputusan DPRD tahun 2004 lalu, setelah kompensasi warga terpenuhi.(rob/r7)