Sebuah Rumah di Gadelsari di Eksekusi Paksa, Pemiliknya Teriak Histeris

foto ; Sarmi pemilik rumah

Surabaya,(DOC) – Pemilik rumah seluas 4.830 meter persegi di kawasan jalan Gadelsari, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep Surabaya nampak menangis histeris melihat petugas dari Pengadilan Negeri(PN) Surabaya mengeksekusi rumahnya, Senin(19/2/2018).

Pasalnya rumah dan bangunan yang di huni oleh Sarmi dan keluarganya, telah dijual sporadik oleh oknum pemerintahan di tingkat kelurahan tanpa sepengetahuan ahli waris.

Tim eksekusi dari PN Surabaya dibantu dengan petugas kepolisian, mengeluarkan paksa barang-barang milik penghuni rumah.

“Rumah ini tak pernah dijualbelikan, dan keluarga Sarmi merupakan korban atas ketidakadilan oknum pemerintah,” ungkap kuasa hukum Sarmi.

Dalam kesempatan itu, kuasa hukum ahli waris sempat melakukan negosiasi untuk meminta perpanjangan waktu pengosongan, lantaran masih dalam proses gugatan ke pengadilan. Namun negosisasi tak membuahkan hasil hingga terjadi cek-cok antara pemilik rumah dan tim eksekusi.

“Penghuni yang sudah diberikan tenggang waktu selama dua bulan ini, namun tak kunjung mengosongkan rumah,” ucap Djoko Subagio, Kepala Tim Eksekusi PN Surabaya.

Menurut Djoko, berdasarkan keputusan pengadilan, pemilik rumah sekarang bernama Ashari alias Muslich dan harus segera di kosongkan.

“Kasus sengketa ini sudah terjadi sejak tahun 2012 silam yang kemudian ditindaklajuti dengan proses eksekusi atas permintaan termohon pemilik tanah baru(Ashari,red),” pungkasnya.(hd/r7)