Catut Ketum PDIP, Petugas Liponsos Dianiaya Dewan

Tidak ada komentar 81 views

Surabaya,(DOC) – Anggota DPRD Kota Surabaya 3 Periode asal fraksi PDIP Agustin Poliana terlibat aksi pemukulan terhadap petugas jaga Liponsos Sukolilo, saat membebaskan M.Fiqih warga Dupak yang salah tangkap oleh Polretabes Surabaya, Selasa(14/5/2013) dini hari.

Insiden tersebut, secara spontan terjadi, saat petugas Liponsos itu, menyebut nama Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDIP sebagai pencetus tenaga outshourching.

Sebelumnya, anggota komisi B DPRD Surabaya ini, memimpin rombongan kader PDIP ke Liponsos Sukolilo, untuk meminta secara prosedural pembebasan warga Dupak yang tertangkap razia di Kawasan Darmo Park Senin (13/5/2013) dini hari lalu.

Belasan kader PDIP Surabaya tersebut, yang mendapat perlakuan tidak sopan, akhirnya memukul petugas jaga Liponsos Sukolilo, karena emosi.

Agustin Poliana sendiri mengaku telah berusaha melakukan koordinasi sebagaimana mestinya, namun tak satupun pejabat terkait (Kadinsos Surabaya dan pejabat Liponsos) yang bisa di hubungi. Padahal menurut Titin panggilan akrabnya, M Fiqih yang masih duduk dibangku SMA, harus sekolah pagi harinya.

“seluruh prosedur telah kami tempuh dengan menghubungi Kadis dan beberapa staf Liponsos, tetapi tidak ada yang aktif sehingga saya didampingi sejumlah warga yang juga kader PDIP mendatangi kantor Liponsos untuk meminta secara baik-baik agar anak M Fiqih dikeluarkan dengan jaminan nama saya, karena dia harus bersekolah, namun justru mendapat sambutan yang tidak kooperatif,” ucap Agustin via ponselnya, Selasa(14/5/13).

Politisi perempuan yang akan mencalonkan lagi di Daerah Pemilihan 1, juga menjelaskan, anak bernama M Fiqih yang tidak lain adalah anak dari salah satu ketua RW di wilayah Dupak Surabaya merupakan korban salah tangkap.

“M Fiqih itu adalah korban salah tangkap, karena saat kejadian anak itu sedang perjalanan pulang kerumahnya di Dupak, tetapi apesnya saat itu ada operasi preman, tanpa ditanya apapun, anak itu langsung di bawa dan dijebloskan ke Liponsos,” tandanya.

Sementara mengenai insiden pemukulan tersebut, Agustin menjelaskan hal itu dilakukan secara spontan, karena petugas jaga yang menemuinya selalu berkata kasar dan berusaha mengusir keberadaannya.

“insiden yang terjadi di Liponsos itu benar-benar tidak kami kehendaki apalagi kami rencanakan, itu murni spontanitas lantaran salah satu petugas outsourching yang mendatangi kami berkata-kata kasar dan mengkait-kaitkan nama besar ibu Megawati ketua umum PDIP yang disebutnya sebagai pencetus adanya tenaga outshourching, kan tidak ada hubungannya dengan kasus yang sedang kami urus, tentu saja saya langsung emosi dan salah satu anggota saya segera mendekatinya, dan terjadilah pemukulan itu,” ceritanya.

Agustin juga mengaku bahwa dirinya juga sudah melaporkan kejadian ini ke ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana sebagai pimpinannya di partai dan di dewan. Dan Sebagai anggota legeslatif, Agustin Poliana juga telah mengklarifikasi insiden yang terjadi kepada pejabat terkait yakni Supomo Kadinsos Surabaya.

“saya sudah lapor ke pak Wisnu Sakti Buana (ketua DPC PDIP Surabaya) dan juga sudah berkomunikasi dengan pak Supomo (Kadinsos Surabaya-red), ternyata beliau juga tidak mengerti kejadian ini, intinya kami sudah saling memaafkan atas insiden yang terjadi,” sanggahnya.

Namun Agustin Poliana sekaligus berjanji akan mengevaluasi proses perekrutan tenaga outshourching agar keberadaannya benar-benar bisa membantu, bukan malah mempersulit keadaan.

“sebagai anggota dewan tentu kami akan mengevaluasi perekrutan tenaga outshourching di Liponsos saat di rapat Banggar, karena ternyata mereka belum mendapatkan protab yang benar jika ada kejadian seperti ini, apalagi juga tidak satupun staf PNS yang bisa dimintai pertanggungan jawab,” tegas Agustin.(R7)