Sekertaris Hanura Surabaya Minta SK Plt Ketua DPC Direvisi Lagi

Surabaya,(DOC) – Pernyataan yang mengejutkan yang disampaikan oleh Eddy Rahmat Anggota DPRD kota Surabaya dari Partai Hanura, bahwa dirinya mengantongi Surat Keputusan (SK) DPD Hanura Jawa Timur untuk mengisi jabatan Plt Ketua DPC Hanura Surabaya, mengejutkan Sekertaris DPC Hanura Surabaya Agus Santoso.

Mantan politisi partai Demokrat ini, mempertanyakan posisi Eddy Rahmat yang sampai sekarang masih menjadi anggota DPC Hanura Surabaya dan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai Hanura, anggota tidak bisa menjabat Plt Ketua, kecuali anggota DPD Wilayah.

“Belum benar, SK-nya perlu revisi. Baru tadi saya rapatkan dengan pengurus harian(PH) DPC, semuanya meminta SK dikembalikan ke DPD, karena tidak sesuai AD/ART partai,” katanya, Jumat(18/11/2016).

Ia menambahkan, SK penunjukkan Plt Ketua DPC Hanura Surabaya itu, juga dianggap illegal, karena tidak dilampiri oleh rekomendasi DPP Hanura. “Rekom Plt yang menunjuk Eddy Rahmat dari DPP, juga tidak dilampirkan. Terus bunyi SK-nya apa, wong DPP sendiri lagi ruwet. Kalau bener yang tandatangan siapa. PLH-nya loh, sudah habis masa jabatannya tanggal 28 Oktober lalu,” urainya.

Mantan anggota Komisi C DPRD Surabaya ini berharap, pemilihan Plt Ketua DPC Hanura Surabaya, kembali pada proses awal. Ketua DPD Hanura Jatim mengajukan lagi nama – nama kandidat yang pernah diusulkan di rapat pelno, seperti Ari Hafiz dan Wayan Dendra.

“Kok tiba-tiba muncul nama Eddy Rahmat, dari mana ini. Track record Eddy di Hanura juga nggak jelas. Dia orang baru. Kalaupun Plt Ketua diambilkan dari anggota Partai yang duduk di legislative, ya apakah Cuma Eddy saja. Masih ada kok yang lainnya,” cetus Agus.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Eddy Rahmat mengaku telah mengantongi SK DPD Hanura Jatim yang menunjuk dirinya sebagai Plt Ketua DPC Hanura Surabaya per-tanggal 14 Nopember 2016.(sp/r7)