Selama Libur Lebaran, Mobil Dinas Dikandangkan

Tidak ada komentar 83 views

Surabaya, (DOC) – Himbauan Wakil Ketua Komisi pemberantasan korupsi (KPK), Busyro Muqoddas bahwa pemakaian mobil dinas (Mobdin) oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sepertinya ditanggapi serius oleh pemeritah kota. Terbukti, kini pemerintah Pemkot Surabaya telah menyiapkan sanksi administratif bagi yang melanggar.
Bahkan berdasarkan pantauan berita metro, hingga pukul 11.00 sudah ada sekitar 91 mobil dinas yang diparkir di Taman Surya. Yang paling kentara adalah mobil dinas walikota yang berjenis X-trail. Mobil tersebut sudah ada sejak pagi di balaikota.
“Kami telah menyiapkan sanksi administrasi untuk para PNS yang mokong dan tetap menggunakan mobdin,” ujar walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Jumat (2/8/2013).
Namun untuk jenis hukuman yang bakal diberikan, walikota perempuan pertma adi Surabaya itu enggan menyebutkan. Menurutnya, sanksi yang bakal; diberikan tergantung pelanggaran yang dilakukan PNS di lingkunagn pemkot Surabaya nanti.
“Untuk sanksi pastinya saya tidak tahu. Karena kami akan melihat dulu seberapa parah pelanggaran yang dilakukan,” tandasnya.
Namun, dia mengeluh soal kerepotan yang bakal ditimbulkan dengan disimpannya mobdin tersebut di Taman Surya. Apalagi, berdasarkan pengalaman beberapa tahun belakangan, halaman taman surya kerap dijadikan salah satu lokasi dalam menjalankan shalat idul fitri.
“Taman Surya biasanya akan dipakai saat shalat idul fitri, karena itu ratusan mobdin tersebut akan dipindah saat keperluan tersebut. Itu yang cukup merepotkan,” keluhnya.
Berbeda dengan sejumlah PNS di lingkuang pemerintah kota yang sudah mulai berbondong-bondong memarkir mobil dinasnya di halaman Taman Surya, sikap sebaliknya justru ditunjukan sejumlah anggota DPRD Surabaya. Dimana beberapa anggota legislatif mengaku ogah memakir mobil dinas yang selama ini mereak gunakan di halam balaikota.
Salah satunya, Anggota Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatompesy. Legislatoar asal Partai Damai Sejahtera (PDS) itu mengaku, sama sekali tidak akan menyimpan mobdinnya di Taman Surya. Bahkan, Simon berencana untuk mengganti plat merahnya menjadi plat hitam saat momentum lebaran. ”Kita akan ganti dengan plat hitam, biar waktu berada di jalan tidak diamati,” paparnya.
Senada dengan Simon Lekatompessy, anggota dewan lainya Herlina Harsono Njoto juga mengaku tidak akan mengirim mobdinnya ke Taman Surya. Bedanya, Herlina akan menyimpan mobil dinasnya di tempat parkir yang ada di rumahnya.
“Nanti tak siampan di rumha saja mas. Sementara untuk keperluan mudik, saya akan memakai mobil saya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan kesatuan bangsa perlindungan msyarakat dan politik (Bakesbang linmas pol) Kota Surabaya Soemarno menyatakan, pihaknya memastikan jika selama libur lebaran mobdin yang diparkir di taman surya bakal dijaga dengan ketat.
“Saya pastikan pengamananya baka ketat. Tidak ada mobdin saja dijaga, apalagi ada mobdin,”terangnya.(k1/r4)