Seluruh Fraksi Desak Sekwan Untuk Cabut Fasilitas WW

Tidak ada komentar 155 views

Surabaya,(DOC) – Hampir seluruh fraksi yang ada di DPRD Surabaya, Kamis (18/4/2013) menggelar rapat di ruang Fraksi Demokrat. Rapat itu membahas masalah turunnya SK Gubernur Jatim atas peresmian pergantian antar waktu untuk Wishnu Wardhana dan Agus Santoso. Sebab, sejak SK turun pada Rabu (17/4/2013), pimpinan dan anggota DPRD Surabaya itu sudah resmi dipecat dari kursi dewan dan sudah tak memiliki hak lagi di dewan.
Pertemuan itu juga menandakan jika upaya yang dilakukan Fraksi Demokrat Surabaya untuk menggalang dukungn fraksi lain di DPRD Surabaya, sudah berjalan mulus. Fraksi PDI Perjuangan yang selalu menunggu SK Gubernur dan tak pernah menyatakan mendukung Fraksi Demokrat, juga sudah berafiliasi dengan upaya Fraksi Demokrat. Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan sempat mendukung langkah WW, nama akrab Wishnu dan Agus Santoso untuk menggugat atas pemecatannya.
“Saat ini, pemecatan WW dan Agus Santoso sudah diperkuat dengan SK Gubernur, tentu Fraksi PDI Perjuangan yang tetap mengacu pada mekanisme yang benar, bersikap. Secara kelembagaan, kami pun mendukung langkah Fraksi Demokrat,” ujar Baktiono, salah satu pengurus DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya.
Dengan adanya SK Gubernur itu, secara otomatis menggugurkan langkah WW dan Agus Santoso untuk melayangkan gugatan atas pemecatan dirinya. Dia juga mengatakan, pasca keluarnya SK Gubenur, maka seluruh kegiatan DPRD Surabaya nantinya akan ditandatangani dua wakil ketua DPRD Surabaya, Wisnu Sakti Buana dan Ahmad Suyanto. Sementara WW sudah tidak mempunyai kewenangan lagi.
Informasi yang berkembang, WW dan Agus Santoso menghilang dari dewan, karena tengah menyusun kekuatan untuk menggugat SK Gubenur soal pemecatannya. Dikabarkan, WW dan Agus Santoso akan meminta bantuan Yusril Izha Mahendra sebagai pengacaranya di tingkat Mahkamah Konstitusi. Untuk di Surabaya, WW sudah menyiapkan delapan pengacara ternama yang akan memperjuangkan nasibnya.
Terkait rapat di Fraksi Demokrat, salah satu peserta rapat dari Fraksi PKB Masduki Toha membenarkannya. Rapat itu untuk melakukan koordinasi serta menindaklanjuti SK Gubernur Jatim di DPRD Surabaya. “Tentunya itu terkait fasilitas dua orang itu (WW dan Agus Santoso, red), sebab sejak SK Gubernur diterbitkan, maka seluruh fasilitas dari DPRD Surabaya sudah tak berlaku lagi. Kita juga sempat menemui Sekwan DPRD Surabaya untuk menyampaikan hal tersebut. Seluruh fraksi ikut rapat itu, hanya dari APKINDO (Ketuanya, Eddy Rusiyanto, red) yang berhalangan hadir karena sakit,” ujar Masduki Toha.
Informasinya, sejak SK Gubernur Jatim itu keluar, Sekwan DPRD pun ketakutan. Biasanya, Sekwan selalu patuh dengan WW, namun kali ini, beberapa fasilitas WW sudah ‘terasa’ dicabut. Diantaranya keberadaan dua pegawai Sekwan yang biasa ada di ruang WW. Dua petugas itu kabarnya sudah ditarik dan ruangan WW dikunci rapat.(R4/R7)