Sembilan Laptop Dewan Surabaya ‘Raib’

Tidak ada komentar 188 views

Surabaya, (DOC) – Sungguh memalukan kelakuan anggota DPRD Surabaya yang hingga saat ini belum mengembalikan fasilitas laptop yang berstatus pinjam pakai. Padahal, seharusnya batas waktu pengembalian adalah tanggal 24 September 2014 lalu. Berdasarkan, pantauan di lapangan, saat ini sebanyak sembilan laptop belum kembali atau belum diterima Sekretariat Dewan.
Padahal, laptop tersebut tentunya akan digunakan oleh anggota dewan yang baru periode 2014-2019 setelah dianggap layak pakai. Terkait hal ini, Ketua DPRD Surabaya Armudji mengatakan ada kemungkinan dalam surat peringatan yang disampaikan dilampiri rekomendasi dari kepolisian jika memang diperlukan.
“Bisa saja seperti itu. Tapi ya sampai saat ini kita berharap kesadaran dan Sekwan sudah saya perintahkan untuk menagih,” kata Armudji di ruang kerja, Rabu (8/10/2014).
Tak hanya itu, politisi senior PDIP ini menyesalkan sikap anggota dewan yang sudah tidak menjabat lagi harus sadar diri dan segera mengembalikan fasilitas dewan.
“Itu kan fasilitas pinjam pakai ya wajib harus dikembalikan lah. Kecuali barang itu adalah dari hibah atau memang sudah diberi. Itu lain lagi,” cetusnya.
Sementara terkait kabar bahwa ada salah satu anggota dewan yang menghilangkan laptop atau merusakan laptop tersebut. Politisi asal fraksi PDI-P itu menuturkan, agar tetap mengembalikan fasilitas dewan tersebut jika terbukti rusak. Sebab, agar tidak menjadi persoalan yang berlarut – larut.
“Kalau memang ada yang alasanya hilang atau rusak ya itu nanti kita bahas. Yang penting dikembalikan dulu biar ada buktinya. Kalau memang benar-benar rusak ya harus mengganti dengan merek yg sama,” imbuhnya.
Terkait hal ini, Sekertaris Dewan (Sekwan), M. Afghani mengaku sudah mengirimkan surat kepada anggota dewan yang memang belum mengembalikan laptop yang ditaksir seharga Rp 10 juta-an ini.
“Nggak enak lah mas kalau saya menyebutkan orangnya. Yang jelas kami sudah menyurati yang bersangkutan. Kalau memang ada yang hilang, ya sesuai aturanya harus mengganti dengan barang yang sama tidak boleh uang,” ungkapnya. (ist/r4)