Sepeda Angin Diwacanakan Melewati Trotoar

Tidak ada komentar 235 views

Surabaya (DOC) – DPRD Surabaya membuka wacana sepeda angin (onthel) bisa melewati trotoar pendestrian. Ini setelah jalur sepeda yang dibuat pada tahun 2012 di sejumlah ruas jalan kota Surabaya kurang bisa termanfaatkan secara maksimal.

“Kami melihatnya seperti itu. Jalur sepeda ontel itu belum termanfaatkannya secara maksimal. Hal tersebut lebih disebabkan adanya kekehawatiran pengguna sepeda ontel tertabrak kendaraan bermotor. Di samping itu, di sejumlah ruas jalan jalur khusus sepeda tersebut masih digunakan untuk parkir kendaraan bermotor,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Sachiroel Alim Anwar.

Dia juga mengatakan, jalur sepeda di Jl. Urip Sumoharjo jalur sepeda ditempati parkir mobil sehingga tidak bisa dilewati sepeda. Kemudian di jalur sepeda di Jl. Panglima Sudirman. Jalur sepeda di sana hampir 100% dimanfaatkan untuk sepeda motor dan mobil.

“Kan, eman kalau begini adanya. Karena itu, alangkah baiknya jalur sepeda itu diposisikan di atas trotoar atau pedestrian. Itu akan lebih baik bagi pengendara sepeda ontel dan pengendara sepeda motor. Sebab, jalur mereka akan lebih aman,” kata Alim dalam rapat evaluasi dengan Dishub Surabaya.

Memang, diakui Alim, jalur khusus sepeda ontel tersebut umumnya jika tidak untuk parkir selalu digunakan oleh sepeda motor. Karena itu, pengendara sepeda ontel merasa tidak nyaman ketika harus berebut jalan dengan sepeda motor yang jumlahnya cukup banyak.

Bahkan, pengendara bisa celaka ketika ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang menggunakan jalur khusus sepeda ontel tersebut. “Kami berpendapat sepeda ontel bisa memanfaatkan jalur trotoar pendestrian, seperti kebanyakan yang ada di luar negeri. Sekarang tinggal pengaturannya saja,” ujar Alim.

Sudirjo anggota komisi C menambahkan, memang tidak ada salahnya bila sebagaian lahan di pedestrian dijadikan jalur sepeda pancal. Sebab, selain demi keamanan pengendara sepeda motor, jalur itu masih bisa dimanfarkan warga kota lain untuk jalan sehat dan bersepeda. “Saya setuju soal itu, jelas dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eddy mengatakan, wacana dan ide dari Komisi C DPRD Surabaya cukup baik. Hanya saja, jika trotoar pendestrian digunakan sebagai jalur sepeda ontel tentu akan mengganggu pejalan kaki. Karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki. “Pendapat pemanfaatan trotoar pendestrian untuk jalur sepeda ontel akan kami kaji, terutama dengan dinas terkait sehingga tidak ada pertentangan kebijakan di kemudian hari,” kata Eddy.

Memang, diakui Eddy, di luar negeri pemanfaatan trotoar untuk jalan sepeda ontel sudah biasa. Bahkan, pengendara sepeda ontel dengan pejalan kaki sudah saling bersinergi sehingga tidak ada benturan kecelakaan. Tapi, kalau di Surabaya kondisinya berbeda. “Melihat seperti itu rasanya usulan pemanfaatan trotoar pendestrian tidak sulit diwujudkan,” tutur Eddy.

Menurutnya, usulan komisi C masih sebatas wacana, namun masalah ini tetap akan dibawanya ke Pemkot untuk diadakan evaluasi lagi. Sebab, Pemkot sebelumnya juga akan melanjutkan program jalur sepeda itu lagi.(r3)