September Inflasi Tinggi Bukan Pengaruh Harga BBM

Jakarta,(DOC) – Pada periode Agustus 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 1,12 persen. Angka ini merupakan inflasi tertinggi sejak 1999 pada periode yang sama.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, menduga pada September ini akan tetap terjadi inflasi. Meski demkian, dia yakin inflasi pada September akan lebih kecil dari Agustus.

“Karena sudah banyak komoditas menunjukkan penurunan harga, dari 20 komoditas sekitar delapan komoditas seperti bawang merah, bawang putih, daging sapi sudah turun,” jelas Suryamin di Mangga Besar, di Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Kendati delapan komoditas tersebut mengalami penurunan, namun ada beberapa komoditas yang masih mengalami kenaikan harga, seperti kedelai dan emas. Menurut dia, hal ini sesuai dengan tren global. “Ini sedikit mengganggu, namun minggu ini masih ada beberapa waktu. Nanti kita lihat lah,” tambahnya.

Menurutnya, alasan bahwa inflasi September lebih kecil dari Juli maupun Agustus, karena melihat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada Juni sudah terlewati.

“Sekarang tinggal suplai dan demand saja. Pemerintah lakukan upaya, menjaga pasokan dalam negeri, kalau memang perlu impor ya lakukan impor untuk menjaga pasokan dalam negeri. Pada saat membutuhkan, pergerakan inflasi perlu. Jangka panjang produksi dalam negeri harus diperkuat,” tukas dia.(oz/r7)