Serahkan DCS, Caleg Perempuan Gerindra Dandan Kartinian, PKB Di Arak

Surabaya,(DOC) – DPC Partai Gerindra dan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menyerahkan daftar caleg sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Minggu (21/04/2013)sore.

Ketua DPC Gerindra Surabaya Sutadi mengatakan ada berkas atau data dari 50 bakal caleg Gerindra yang diserahkan ke KPU untuk dilakukan verifikasi kelengkapan administrasinya.

“Administrasi sudah lengkap. Hampir dua malam, pengurus melakukan persiapan pendataan ini,” katanya.

Sementara itu, mengenai anggota Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) DPRD Surabaya Sudarwati rorong yang sebelumnya sempat bergabung ke Partai Gerindra, Sutadi mengatakan telah mengundurkan diri dari pencalegannya di Dapil I Kota Surabaya.

Menurut dia, alasan Sudarwati Rorong keberatan untuk mundur dari DPRD Surabaya. Apalagi, putranya Daniel Lukas Rorong juga menjadi caleg dari parpol lain.

“Senin (15/4) Sudarwati Rorong mengundurkan diri dengan alasan sangat bisa diterima. Jadi saya kira ada konflik kepentingan kalau bicara tentang perolehan suara,” ujarnya.

Dengan mundurnya Sudarwati Rorong yang juga anggota Komisi D DPRD Surabaya ini, dinilai Sutadi, justru akan menguntungkan Gerindra. Sebab jika Sudarwati Rorong yang ragu-ragu itu meneruskan pencalegannya, juga bakal sulit.

Sedangkan dua kader PDS lainnya yang bergabung ke Gerindra , Rio Pattiselano dan Emmanuel F Lumoindong tetap maju sebagai bakal caleg. Menurut Sutadi, mereka sudah menyertakan surat pengunduran dari DPRD Surabaya. Sebab jika mereka tak melampirkan berkas pengunduran diri itu ke KPU bakal dicoret.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin mengatakan secara umum adminsitratif caleg sudah lengkap. “Tinggal ada beberapa bakal caleg yang belum lengkap, tapi untuk kesiapan mental semua sudah siap,” katanya.

Syamsul mengatakan caleg PKB yang dari umum sebanyak 30 persen dari sayap partai 30 persen dan 40 persen dari pengurus baik DPC maupun PAC.

Sedangkan untuk caleg perempuan semua sudah memenuhi aturan KPU 30 persen.

“Kami minta maaf kepada bakal caleg yang masuk PKB

yang namanya tidak tercantum. Kami harus betul-betul selektif sesuai aturan KPU. Bukan maksud kami membuang dan menyingkirkan,” katanya.(R7)