Sesepuh TNI Kunjungi Panglima

Tidak ada komentar 125 views

Jakarta, (DOC) – Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI Mayjen TNI Hardiono Saroso, Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya menerima kunjungan para Sesepuh TNI diantaranya mantan Wakil Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono, Letjen TNI (Purn) Rais Abin, Letjen TNI (Purn) Syaiful Sulun dan Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo di Ruang Kerja Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengucapkan terima kasih kepada para Sesepuh TNI atas pelaksanaan kunjungan kepada Panglima TNI. “Kehadiran para Sesepuh akan memberikan energi baru bagi TNI, karena para Sesepuh adalah senior yang memiliki pengalaman hidup, pengalaman bekerja di lingkungan TNI sehingga dengan pengalaman itulah TNI menimba ilmu dan memberikan penguatan kepada seluruh prajurit TNI”, kata Jenderal Moeldoko.
Para Sesepuh meminta kepada TNI untuk bisa memberikan jaminan atas rasa aman, tertib dan damai khususnya dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres), serta berharap TNI dapat menyiapkan kontijensi plan dalam menghadapi situasi-situasi yang kritis.
Kehadiran para Sesepuh kepada Panglima TNI adalah pesan yang sangat jelas bahwa mantan prajurit yang memiliki jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit maka jiwanya tidak akan pernah berubah, itulah pesan yang bisa dimunculkan pada pertemuan tersebut.
Sementara itu Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno mengatakan bahwa para Purnawirawan tidak perlu rekonsiliasi karena mereka tetap berpijak pada landasan yang sama yaitu sebagai pejuang prajurit, landasannya Sapta Marga dan Pancasila. Yang membedakan yaitu praktek politik, setelah pensiun mempunyai hak politik yang sama dengan warga masyarakat yang lain walaupun masing-masing berada di tempat yang berbeda, tapi tidak usah dikhawatirkan kedua belah pihak masih tetap pada alur NKRI yang berlandaskan Pancasila.
“Apapun dinamika dalam masyarakat jangan menjadi suatu ketegangan, apalagi sampai menjadi permusuhan. Indonesia mempunyai doktrin merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”, ujar Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. (puspen/r4)