Setya Novanto Redam Gejolak Golkar Lewat Perombakan Kepengurusan

Setya Novanto diapit Fahri Hamzah dan Tjahjo Kumolo usai pengesahan RUU Pemilu.

Jakarta, (DOC) – Setelah sembuh dan keluar dari rumah sakit, Setya Novanto langsung unjuk gigi dengan melakukan perombakan pada struktur kepengurusan Partai Golkar. Perombakan kepengurusan Partai Golkar itu dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Idrus Marham.

Idrus menyebut langkah Setya Novanto itu merevitalisasi atau merestrukturisasi susunan pengurus partai sebagai bentuk tanggung jawab menjalankan mandat Rapimnas di Balikpapan.

“Ketua Umum diberi mandat oleh Rapimnas dan Ketua Umum akan melakukan revitalisasi. Pasti itu,” kata Idrus seusai rapat internal partai di Hotel The Sultan, Senayan, Jakarta, tadi malam.

Idrus juga tak membantah jika Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai menjadi salah satu “korban” perombakan.

“Ini diberikan mandat,” tegasnya.

Idrus mengaku tak mengetahui keseluruhan susunan kepengurusan baru hasil perombakan. Sebab, mandat perombakan struktur partai diberikan kepada ketua umum, bukan Sekjen.

“Pada saatnya akan disampaikan secara resmi. Jadi tidak bisa menerka-terka dulu,” tuturnya.

Seperti diketahui, kabar pencopotan Yorrys telah mengemuka. Yorrys dinilai terlalu vokal dalam menyuarakan kondisi partai. Dia juga lantang mengkritik kepemimpinan Setya Novanto yang sempat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Yorrys kemudian menjadi Ketua Tim Kajian Elektabilitas Partai Golkar. Tim itu menyarankan agar Golkar segera menunjuk Plt pengganti Novanto. Sebab, elektabilitas Golkar terjun bebas sejak Novanto menjadi tersangka.

Sedianya, tindak lanjut hasil rekomendasi tersebut adalah dilaksanakan rapat pleno untuk mendengar jawaban Novanto. Namun, rapat pleno soal penonaktifan Novanto tak kunjung dilakukan bahkan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan pascaKetua DPR RI itu memenangkan praperadilan.(kcm/ziz)