Setya Novanto Tersangka, KPK Diminta Waspada Serangan Brutal Pansus Angket

Ilustrasi gedung KPK.

 

Jakarta (DOC) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan pasca penetapan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP. Salah satunya terkait potensi serangan brutal dari Pansus Hak Angket KPK.

Peringatan itu disampaikan langsung mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto. Bambang menuturkan, kemungkinan pertama yang terjadi usai penetapan tersangka adalah adanya reaksi dan Pansus Hak Angket KPK. Pansus diduga akan memberikan tekanan yang lebih brutal kepada KPK.

“Ada 3 tindakan yang potensial terjadi dan harus dihadapi KPK, dan harus diantisipasi yaitu misalnya kesatu, sangat mungkin, tekanan dari Pansus akan kian brutal dan membabi buta untuk memorakporandakan eksistensi KPK,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/7/2017).

Hal kedua yang dimungkinkan terjadi adalah adanya oknum penegak hukum yang tak setuju dengan penetapan tersebut akan bekerjasama untuk melakukan tekanan kepada KPK.

“Ada oknum penegak hukum yang diduga dimanfaatkan dan dipengaruhi dan bahkan saling bekerjasama untuk lakukan hal kesatu di atas. KPK harus mengantisipasi adanya dugaan yang akan ‘mengkooptasi’ pengadilan melalui tangan-tangan tertentu. Misalnya, via praperadilan atau proses di pengadilan. Hal ketiga, KPK harus juga mengantisipasi serangan balik, baik berupa kekerasan maupun kriminalisasi,” jelasnya.

Bambang menambahkan, sedianya tugas KPK bukan hanya menetapkan Setnov sebagai tersangka. Lebih dari itu, KPK harus memastikan proses penetapan dapat berlanjut ke pengadilan.

“Tugas strategis KPK bukan sekedar menetapkan SN semata tapi juga harus memastikan agar proses pasca penetapan dapat dilanjutkan hingga ke pengadilan dan perkara atas SN dapat dibuktikan pengadilan hingga kelak di MA,” urainya.(dtc/ziz)