Shelter Terminal TOW Tak Capai Target

Tidak ada komentar 206 views

Surabaya,(DOC) – Proses pembangunan shalter di Terminal Oso Wilangon (TOW) yang recananya digunakan untuk masuknya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), nampaknya tidak sesuai target.
Pasalnya, proses pembangunan yang di jadwalkan berakhir bulan Desember ini, hanya sekitar 45 persen baru selesai dikerjakan oleh pihak pengembang. Hal ini diketahui, setelah Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Simon Lekatompessy melakukan Inspeksi Mendada (Sidak) di terminal tersebut, Rabu, (4/12/2013).
Simon menegaskan, pembangunan halte bus kota ini mengalami keterlambatan yang cukup parah. Sebab, sampai sekarang bagian fisiknya hanya sedikit yang baru selesai dikerjakan. Padahal, menurut kontrak pembangunan harus sudah clear semuanya hari ini.
“Maka dari itu, saya akan memanggil ke DPRD dari Pimpro, pemerintah kota, Konsultan pengawas dan kontraktor. Kenapa, kok sampe mengalami keterlambatan seperti ini,” tegas Simon.
Politisi asal Fraksi PDS tersebut menambahkan, apabila ada sesuatu yang diinginkan untuk proses pembangunan halte bus kota ini. dirinya, siap membantu apa yang menjadi kendala selama proses pembangunan ini.
“Kalau memang butuh listrik, saya sudah pernah bilang kepada saudara indera gani untuk memberikan listrik supaya tidak ada keterlambatan. Tidak bisa, penerangan dijadikan alasan molornya pembangunan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kepala proyek PT.Teguh Tangguh Persada, Agus menjelasakan, keterlambatan ini dipengaruhi oleh adanya cuaca buruk akhir bulan ini. Maka dari itu, pihaknya mengaku ada keterlambatan dalam proses pengerjaan.
“Kami bekerja sampai lembur mulai dari jam 07.00 pagi sampai jam 10.00 malam. Namun, kendalanya adalah cuaca mas. Apalagi, kalau sore sudah mulai turun hujan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala UPTD TOW, Indera Gani menuturkan, bahwa tahun 2014 terminal oso wilangon tersebut sudah bisa beroperasi untuk jalur keluar masuk baik bus AKAP maupun AKDP.
“Akhir tahun ini harus sudah selesai dan bisa di fungsikan kembali,” tuturnya.
Sementara ini, lanjutnya, untuk kedatangan bus antar kota antar provinsi dan antar kota dalam provinsi, akan di ahlifungsikan dahulu.
“Berhubung pembangunan shalter bus masih belum selesai. Maka, kami akan mengahli fungsikan dahulu. Jadi, bus biasanya masuk pintu depan sekarang akan lewat belakang,” imbuhnya.(r7)