Siap Berangkat Ke Singgapura Untuk Berhentikan WW

Tidak ada komentar 156 views

Surabaya,(DOC) – Rapat Badan Musyawarah(Banmus) soal Sidang Paripurna Istimewa tentang Pemberhentian Wisnu Wardhana(WW) dan Agus Santoso(AS) yang recananya akan di gelar hari ini, harus terganjal lagi oleh ketidakhadiran 2 wakil ketua DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana dan Ahmad Suyanto yang merupakan tokoh kunci untuk melaksanakan SK Gubernur 17 April 2013 lalu.
Bahkan Wisnu Sakti Buana Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Farksi PDIP, yang kemarin dikabarkan ngantor untuk memimpin rapat Banmus, Jumat(26/4/2013) hari ini, juga tak muncul digedung dewan.
Ketidak-hadiran Pimpinan Dewan dari partai pemenang pemilu kedua ini, ditengarai terpengaruh oleh intruksi Fraksi PDIP yang menganggap rapat Banmus soal pelengseran WW tidak sah. Namun hal itu dibantah oleh, Baktiono Ketua Komisi D yang juga anggota Fraksi PDIP, yang menyatakan bahwa ketidak hadiran Wisnu Sakti Buana karena force majore.
“Posisi Wisnu Sakti sekarang tengah mendampingi Ibu-nya yang tengah sakit ginjal di Singapore, sehingga ini force majore, bukan disengaja”, bantah Baktiono.
Berbeda dengan alasan Akhmad Suyanto Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, yang beberapa hari ini harus meninggalkan gedung dewan, karena mendapat tugas dari Partai.
“Selama ini saya bukan menghindar dari tugas kedewanan, tetapi saya harus ke Jakarta untuk menjalankan tugas-tugas penting dari partai, tentunya dengan dana pribadi saya”,tegas Akhmad Suyanto, dalam keterangan persnya, dirumah makan Prima Rasa, Jl. A.Yani, Jumat(26/04/2013) sore.
Menurut Akhmad Suyanto, dirinya yang menjabat sebagai Kabid Generasi Muda DPW PKS Jatim ditugasi oleh partai untuk berkoordinasi dengan DPP PKS, soal program PKS kedepan. Dalam kegiatannya ke Jakarta tersebut, dirinya juga harus berkonsultasi dengan Kementrian Sosial(Kemensos) dan Kementrian Pertanian (Kementan) terkait dengan program-program Pemkot Surabaya.

“kalo masalah didewan soal mem-PAW Ketua DPRD, saya menyempatkan untuk berkonsultasi dengan komisi II DPR RI”, tambahnya.
Setelah tugas-tugas partai terselesaikan, Anggota Fraksi PKS 2 periode ini, berjanji akan menyelesaikan tugas di lembaga dewan, yaitu soal pergantian posisi Ketua DPRD Surabaya, yang telah diberhentikan melalui SK Gubenur Jawa Timur tertanggal 17 April 2013, lalu.
“Saat ini saya mendapat amanah lagi dari Partai untuk tidak meninggalkan wilayah Surabaya sampai masalah ini selesai. Tugas partai ini adalah komitmen PKS untuk menyelesaikan masalah di lembaga legeslatif,” jelasnya.

Akhmad Suyanto menambahkan, dalam penyelesaian tugas partai di lemabaga dewan, Pihaknya tetap akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Wisnu Sakti Buana Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP.
“Bila diperlukan saya akan berangkat ke Singapura untuk menemui Pak WS(Wisnu Sakti Buana,Red), sekalian menjenguk ibunda beliau yang lagi sakit. PKS memang menghargai fatsun politik, meskipun tidak tertulis. Artinya partainya masih memberikan kesempatan kepada Wisnu Sakti Buana untuk memimpin sidang-sidang paripurna, karena beliau sebagai perwakilan partai pemenang ke-2 dalam Pemilu 2009 lalu. Dengan begitu saya akan siap untuk menggelar rapat Bamus DPRD dengan agenda penjadwalan sidang Paripurna Istimewa,” jelasnya
Kesan rumit 2 wakil ketua, untuk memimpin rapat Banmus soal sidang paripurna istimewa ini, memicu komentar miring yang dilontarkan oleh sejumlah anggota DPRD Surabaya. Bahkan beberapa anggota DPRD Surabaya mencurigai, adanya deal politik yang lebih besar antara Wisnu Wardhana, Wisnu Sakti Buana dan Ahmad Suyanto.
Kabar lain menyebutkan, proses PAW Wisnu Wardhana sebagai Ketua DPRD Surabaya, akan jalan di tempat, karena ada intervensi dari executive yang tidak menginginkan Wisnu Wardhana dilengserkan dari lembaga DPRD Surabaya. Tengara ini terbukti dengan munculnya masa pendukung WW, yang dulu merupakan tim sukses dari salah satu Calon Walikota terpilih. Padahal sebelumnya, kedua pimpinan DPRD Surabaya ini, telah membagi tugas untuk menyelesaikan persoalan PAW 2 anggota dewan yang sudah diberhentikan. Akhmad Suyanto memimpin rapat Banmus dan Wisnu Sakti Buana Memimpin sidang Paripurna Istimewa.
Sedang, M. Mahmud Ketua Komisi B yang mendapat mandat dari Demokrat untuk menggantikan posisi WW sebagai ketua DPRD Surabaya diharapkan bisa melakukan lobby politik untuk mensukseskan SK Gubenur 17 April 2013 lalu. Namun sayangnya hingga kini M.Mahmud dan Fraksi Demokrat sendiri cenderung pasif terhadap ritme politik yang tengah terjadi dalam proses pelengseran WW.(R7)