Siap Kepung Kantor Demokrat Jika Sutan Tak Ditindak Tegas

Surabaya, (DOC) – Warga Nahdliyin dari beberapa elemen, mendatangi kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Rabu (28/11/2012) sore. Mereka mengutuk bentuk penghinaan terhadap KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang dilakukan anggota DPR RI Sutan Bhatoegana.

Underbow atau organisasi sayap PKB, DKW Garda Bangsa Jatim, DPW Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa, DPW Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa, Kader PMII Jatim, Banser, Pagar Nusa, santri Pondok Pesantren Pasrepan Pasuruan serta Jamaah Ngaji dan Ngopi (Jangop) Surabaya, berdemo di depan kantor Demokrat di Jl Kertajaya. Mereka menuntut agar Demokrat bersikap tegas terhadap kadernya yang bermulut seperti bebek.

Mereka menuntut Sutan Bhatoegana meminta maaf secara langsung kepada warga Nahdliyin dan bangsa ini secara terbuka melalui media massa nasional selama tiga hari berturut-turut. Sutan Bhatoegana saat ini belum meminta maaf, tapi justru Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrung yang meminta maaf. Tindakan itu disebut sebagai pengecut.

“Kami menuntut agar Sutan Bhatoegana meminta maaf secara langsung dengan surat terbuka ke publik, keluarga besar NU, keluarga besar Gus Dur dan dimuat secara terbuka selama tiga hari di media massa. Kalau dalam 2×24 jam tak ada tindakan dari Demokrat, maka warga Nahdliyin siap menduduki seluruh kantor Demokrat di Indonesia. Penghinaan ini disampaikan Sutan Bhatoegana di kantor KPK pada 21 Nopember 2012,” kata Ketua DKW Garda Bangsa Jatim Zainal Nasrudin.

Aksi itu juga menuntut DPP Demokrat memecat Sutan Bhatoegana atau memberi sanksi tegas kepada kadernya. Pengurus Besar NU juga diminta melakukan somasi ke Partai Demokrat jika tak menjatuhkan sanksi tegas. “Kita boikot Sutan Bhatoegana jika datang ke Jatim karena telah menghina guru bangsa, Gus Dur,” tambah Zainal.

Sementara Asmuni dari PKB Surabaya menyamakan Sutan Bhatoegana sebagai bebek yang mulutnya tak bisa dijaga, bisanya hanya berkoar saja. “Apa yang dilakukan Sutan ini hanya sebagai pengalihan isu atas kasus korupsi Hambalang, Wisma Atlet dan Centruy agar kasusnya tertutup. Sutan seperti bebek yang tak bisa menjaga mulutnya,” kata Asmuni.

Saat itu, aksi demo ditemui Wakil Sektretaris DPD Demokrat Jatim Yunianto ‘Masteng’ Wahyudi. Pihak Demokrat bersedia menerima perwakilan demonstran untuk berdialog. Bahkan mereka siap mengirimkan fax ke Demokrat pusat jika warga Nahdliyin ini memiliki tuntutan. “Kami tak bisa membuat keputusan, tapi kami bisa menyampaikan putusan itu ke pusat,” janji Masteng.

Sementara di luar kantor Demokrat Jatim, aksi massa juga dilakukan dengan cara orasi, membakar ban bekas dan aksi potong bebek. (co/r4)