Siapkan Tempat Bermain Anak di Arena Kampanye

Tidak ada komentar 120 views

Jakarta, (DOC) – Kampanye terbuka Pemilu 2014 sudah memasuki hari kedua. Pada kampanye hari pertama kemarin (16/3), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai seluruh partai politik (parpol) melanggar aturan kampanye karena mayoritas parpol melibatkan anak-anak.
Larangan melibatkan anak-anak dalam kampanye diatur dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2002 pasal 15 tentang Perlindungan Anak, dan kententuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 15 tahun 2013 tentang Larangan Parpol Melibatkan Anak-Anak.
Pemerhati anak Eni Eryani menilai, peraturan KPU dan UU tentang Perlindungan Anak sebaiknya direvisi, karena kedua peraturan tersebut lebih bersifat subjektif. “Aturan KPU dan Undang-Undang Perlindungan Anak itu sangat subjektif karena tidak memposisikan diri sebagai orangtua yang memiliki anak dan ingin ikut kampanye,” ujarnya.
Eni menambahkan, parpol tidak bisa melarang kadernya yang memiliki anak untuk ikut kampanye. “Banyak orangtua yang memiliki anak ikut kampanye parpol, karena di rumah anaknya tidak ada yang menjaga makanya dibawa. Ini memang menjadi dilematis bagi orangtua. Dan, parpol juga tidak bisa melarang orangtua yang memiliki anak untuk membawa anaknya berkampanye, karena para orangtua ini memiliki hak untuk ikut kampanye dan menggunakan hak suaranya,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi menegaskan orantua yang membawa anak kampanye adalah orangtua yang egois. “Orangtua yang membawa anaknya ikutan kampanye adalah orangtua yang memikirkan diri sendiri, mereka tidak memikirkan dampaknya terhadap anak-anak. Kenapa UU melarang anak-anak terlibat dalam kampanye pemilu, karena itu merupakan kegiatan pengerahan massa yang rawan terhadap tindak kekerasan, dan biasanya yang selalu terkena dampak adalah anak-anak,” jelas lelaki yang biasa disapa Kak Seto ini.
Pemerhati anak ini menambahkan, jika orangtua ingin tetap ikut berkampanye, sebaiknya anak-anak dititipkan ke tempat penitipan anak atau keluarga saja. “Selain itu partai politik juga harus mempunyai solusi sehingga mereka tidak selalu dinilai melanggar aturan kampanye karena adanya keterlibatan anak-anak,” paparnya.
Seto Mulyadi lanjut menjelaskan, parpol harus menyediakan tempat yang aman untuk anak-anak, misanya dengan menyediakan tempat bermain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi kampanye. Ditempat itu bisa sekaligus dilakukan berbagai kegiatan misalnya menggambar dan mewarnai atau memberikan pelajaran politik sambil bermain kepada anak-anak. (r4)