Sikap Politik SDA Disorot di Muktamar PPP ke-8

Tidak ada komentar 181 views

Surabaya, (DOC) – Sikap Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA) yang kerap mengambil keputusan politik secara sepihak kembali disorot dalam acara Muktamar PPP ke VIII yang digelar kubu Romy di Hotel Empire, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2014).
Wakil Ketua DPP PPP, Emron Pangkapi, menilai SDA selalu sewenang-wenang mengambil kebijakan tanpa musyawarah mufakat pengurus PPP. Dia mengibaratkan PPP di masa kepemimpinan SDA layaknya partai milik pribadi. Padahal kata dia, partai berlambang kakbah itu merupakan partai umat bukan partai perorangan. Sehingga kata dia, setiap arah kebijakan yang diambil partai harus berdasarkan keputusan bersama, bukan pribadi atau perorangan semata. Sebab itu, kata dia, sepatutnya bila ada kader partai yang salah langkah maka harus diingatkan.
“Kalau ada 1-2 kader yang salah jalan, harus diperbaiki. Bahwa PPP itu milik bersama bukan milik sendiri. Jadi putusan yang diambil harus dalam forum yang resmi bukan putusan sendiri,” jelas Emron.
Setiap kader kata dia, wajib mematuhi aturan yang diatur di dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai. Dan semua mekanisme pengambilan keputusan politik PPP sudah diatur di dalam AD/ART itu. Sehingga kata dia, bila semua taat akan aturan main partai, pastinya tidak akan ada konflik yang berkepanjangan seperti sekarang ini. “Kalau semua kader taat dan patuh pada aturan hukum partai, maka tidak perlu ada polemik di internal partai selama tiga bulan terakhir,” tegas dia.
Emron meyakini bila konflik ini muncul karena ulah SDA. Dia menceritakan awal mula konflik partai ka’bah itu terjadi. Di mana, pada saat Pemilu Legislatif 2014, SDA menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat itu, SDA mendukung rencana pencalonan diri Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden.
Sekjen DPP Romahurmuziy pun ikut menjelaskan mengenai polemik PPP selama ini. Bahkan Mahkamah Partai DPP PPP ikut turun tangan dalam mengupayakan penyelesaian konflik tersebut. Namun, jalan keluar pun tak kunjung ditemukan. “Bahwa PPP terus berusaha melakukan islah tanpa mengenal lelah. Tapi di pihak lainnya juga membuat keputusan sendiri yang berbeda,” katanya. (ist/r4)