Siswa Australia Mengajar di Rumah Bahasa

Tidak ada komentar 169 views

Surabaya,(DOC) – Rumah bahasa di kompleks balai budaya pada Jumat sore (11/4) mendapat tamu spesial. Sebanyak 12 pelajar asal Australia mendedikasikan diri sebagai pembimbing. Mereka terlibat aktif membantu para peserta rumah bahasa memahami Bahasa Inggris praktis.
Kedua belas siswa asing tersebut adalah para pelajar yang bersekolah di Kormilda College. Sekolah yang terletak di kota Darwin itu memiliki jenjang pendidikan SMP dan SMA. Kebetulan keberadaan mereka di Kota Pahlawan yakni dalam rangka kunjungan sister school dengan SMA Negeri 15 Surabaya. “Yang datang ke sini adalah para siswa setingkat SMA,” ujar Kathryn Luscher, salah satu dari dua guru pendamping Kormilda College.
Kathryn mengatakan, pihaknya berada di Surabaya selama seminggu, mulai 6-13 April 2014. Selama itu pula para siswa dari Negeri Kanguru terlibat berbagai kegiatan. Nah, salah satunya yakni mengajar di rumah bahasa.
Dikatakan Kathryn, dia mengetahui adanya rumah bahasa dari salah seorang yang ditemuinya di SMA Negeri 15. Menurut dia, memberikan kesempatan murid-muridnya mengajar di rumah bahasa adalah ide bagus. Karena, hal tersebut sejalan dengan tujuan kunjungan yaitu harus ada misi sosial di dalamnya. “Kami memandang membantu warga Surabaya belajar Bahasa Inggris akan sangat berguna, tidak hanya bagi kami tapi juga bagi orang lain,” kata wanita yang menjabat Deputy Principal of Indonesian Teacher ini.
Salah satu hal yang membuat Kormilda College berminat ambil bagian adalah karena rumah bahasa dinilai memiliki konsep brilian. Artinya, rumah bahasa menyajikan Bahasa Inggris praktis dan efektif serta dapat digunakan sesuai profesi sehari-hari.
“Kalau kita belajar dari buku mungkin agak sulit dan membutuhkan waktu lama. Tapi, dengan konsep diskusi grup kecil ini, saya yakin proses belajar bisa lebih menyenangkan. Tampaknya, kami pun perlu belajar konsep ini karena kami juga perlu belajar bahasa lain, seperti Bahasa Mandarin dan juga Bahasa Indonesia,” tutur Kathryn.
Dijumpai di tempat yang sama, Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya Ifron Hady Susanto mengatakan, bukan kali pertama ada pihak dari luar negeri yang berminat mengajar di rumah bahasa. Sebelumnya, mahasiswa asal Brunei Darussalam juga pernah melakukan kegiatan serupa.
Soal kunjungan siswa Kormilda College, Ifron menjelaskan, 12 pelajar itu dibagi ke dalam 2 grup. Satu grup terlibat forum di rumah bahasa sedangkan grup lain diarahkan ke perpustakaan kota yang terletak persis di samping rumah bahasa. Perpustakaan tersebut juga memiliki program Bahasa Inggris namun lebih dikhususkan bagi anak-anak. Jadi anak-anak bisa bermain sembari belajar Bahasa Inggris dengan suasana bermain yang menyenangkan.
Meski hanya satu sesi, Ifron tetap berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk lebih memahami pengucapan Bahasa Inggris. Pasalnya, Bahasa Inggris merupakan bahasa keseharian di Australia, sehingga belajar dari warga asli Australia akan memberikan pengetahuan tentang pengucapan yang benar.
Masih kata Ifron, animo masyarakat terhadap rumah bahasa ternyata sangat tinggi. Buktinya, sejak pertama kali diresmikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada 4 Februari 2014 hingga sekarang tercatat sudah ada 3.000 lebih peserta yang mendaftarkan diri. Rata-rata per hari ada 100 orang yang datang mulai pukul 9 pagi sampai 9 malam. “Rinciannya satu sesi memakan waktu 1 sampai 1,5 jam. Satu grup bisa diisi 3 sampai 4 peserta,” terang alumnus Monash University, Melbourne, Australia tersebut.
Untuk itu, dia mendorong warga untuk tak segan belajar bahasa asing di rumah bahasa. Caranya mudah. Cukup datang ke lokasi yang terletak di komplek Balai Budaya (samping Balai Pemuda) dengan membawa KTP. Selanjutnya, tinggal memilih sesi mana yang akan diikuti. “Bahkan, kalau ada tempat tersedia ya bisa saat itu juga mulai pembelajaran,” kata Ifron.(humas/r7)