Socrates Award 2014 Di Kirab Keliling Surabaya

Tidak ada komentar 96 views

Surabaya,(DOC) – Kota Surabaya dengan segala denyut kemajuan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia, mendapatkan pengakuan dari dunia internasional sebagai perwujudan kota di masa depan. Pengakuan tersebut berupa penghargaan Socrates Award 2014 dari Europe Business Assembly (EBA) untuk kategori “City of The Future” yang diterima Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di London, Inggris pada tengah pekan kemarin. Yang membanggakan, Kota Surabaya menjadi kota pertama di dunia yang mendapatkan award ini untuk kategori kota.
Kemarin, warga Kota Pahlawan bisa ikut merasakan kebanggaan sebagai bagian cerita dari keberhasilan ini ketika piala Socrates Award 2014 dikirab dari markas Korem Bhaskara Jaya menuju halaman Taman Surya, Minggu(20/4/2014) kemarin. Antusiasme warga terlihat nyata ketika menyambut arak-arakan Walikota Surabaya didampingi Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser dan juga pejabat SKPD Pemkot Surabaya, yang menaiki mobil jeep.
Bahkan, ratusan warga sudah menunggu di halaman Taman Surya untuk melihat langsung Walikota Risma mengangkat piala berwarna emas yang bentuknya mirip Piala Oscar (Academy Award-penghargaan untuk insane film dunia) tersebut. Walikota Risma disambut jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya yang sudah menunggu di atas panggung.
Dalam sambutannya, Walikota Risma menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forpimda dan warga Surabaya yang telah berkontribusi dalam membangun kota. “Penghargaan ini berkat kerjasama kita semua. Mudah-mudahan ini menjadi pendorong semangat untuk terus maju. Kita tidak boleh berpuas diri. Kita akan terus berupaya mewujudkan cita-cita warga,” tegas Walikota Risma.
Walikota Risma mengaku tidak menyangka, Europe Business Assembly (EBA) menyoroti perkembangan Kota Surabaya dari berbagai aspek. Dan EBA mengakui bahwa progress pembangunan di Surabaya memang terlihat nyata dari seperti apa menjadi apa. “Jadi yang dilihat itu progress nya ada. Kita masuk di kategori future city. Jadi level nya kota. Kita ndak dibandingkan dengan Singapura karena kan levelnya sudah negara,” sambung walikota.
Dijelaskan walikota, Surabaya bersaing dengan 110 kota dari berbagai negara di dunia. Namun, yang datang langsung ke London dan melakukan presentasi hanya ada dua pimpinan kota. Yakni Surabaya dan kota Cetinje, salah satu kota di Montenegro (negara di Eropa Timur). Tetapi ketika presentasi yang disampaikan langsung oleh Walikota Risma dengan tanpa menggunakan teks, Surabaya dinyatakan menggungguli Cetinje.
Paparan Walikota Risma pada Summit of Leaders yang bertema Rapid Urbanization: Society, Economy, and Management menjelaskan tentang program pendidikan dan kesehatan gratis untuk warga, tentang fasilitas taman dan olahraga, tentang kehidupan Lansia, upaya mendongkrak pendapatan dan membuka komunikasi dengan kota-kota di dunia tidak hanya kota-kota di Indonesia, mendapat respon luar biasa dari EBA.
Walikota Risma juga menjelaskan proses pembangunan infrastruktur yang terkait dengan peningkatan akses jalan yang terkait dengan rencana pembangunan Angkutan Massal Cepat. Demikian juga penanganan banjir yang kecenderungannya makin membaik.
“Dia (Cetinje) kalah dengan kami saat presentasi. Kami presentasinya lengkap tentang parameter kota masa depan. Diantaranya kota harus nyaman ditinggali warga, kebijakan inovatif serta mendorong masyarakat untuk maju. Mungkin belum sempurna, tetapi akan terus ditingkatkan,” jelas walikota.
Ketua DPRD Surabaya, Mochamad Machmud mengatakan, warga Kota Surabaya patut berbangga dengan penghargaan Socrates Award 2014 yang diterima Surabaya. Menurut Machmud, penghargaan ini menjadi modal positif bagi anak-anak di Surabaya bahwa masa depan mereka telah disiapkan.
“Warga Kota Surabaya juga tidak rugi membayar pajak dan retribusi karena dari pajak tersebut diwujudkan menjadi kota yang nyaman dan tentram sehingga masa depan kota menjadi lebih,” jelas Machmud.
Mantan wartawan ini menegaskan, dengan progress pembangunan yang terjadi di Surabaya, bukan sesuatu yang mengherankan bila penghargaan demi penghargaan level internasional diraih Surabaya. Machmud mencontohkan pada tahun lalu, Surabaya juga diganjar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) penghargaan taman terbaik lewat Taman Bungkul.
Selain Socrates Award, juga ada empat penghargaan lainnya yang ikut diarak. Empat penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya selama periode Januari-Maret 2014 tersebut yakni penghargaan Award Gizi kategori Peduli Penanggulangan Gizi Buruk, penghargaan Milleneium Development Goals (MDG’s) Award kategori pendidikan dengan bidang pengembangan layanan perpustakaan umum dan MDG’s Award kategori kesehatan ibu dan anak melalui pembentukan kelompok KB pria vasektomi. Juga penghargaan SINDO Weekly Government Award 2014 untuk kategori perempuan dan anak.
Kirab Socrates Award 2014 tersebut semakin meriah dengan adanya Tari Buku yang dilakukan 1022 siswa-siswi SD di Surabaya. Tari buku yang digelar untuk memperingati peringatan Hari Buku ini pun diganjar Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tari buku dengan peserta terbanyak. Selain MURI, hadir pula Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Sri Sularsi dan Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI), Trini Hariyanti.
“Ini sesuatu yang spektakuler dalam rangka peringatan Hari Buku sedunia untuk mendorong setiap orang menemukan kesenangan dalam membaca dan mem-boomingkan buku di era internet. Dan ini resmi tercatat di MURI,” tegas Sri Widayati dari MURI.(humas/r7