Socrates Award di Persoalkan Dewan Kebenarannya

Tidak ada komentar 110 views

Surabaya,(DOC) – Sejumlah anggota DPRD Surabaya meminta penjelasan Walikota Tri Rismaharini ke publik soal kebenaran penghargaan Socrates Award, kategori Innovative City of the future (Kota masa depan) yang diterima dari lembaga Europe Business Assembly (EBA). Menyusul informasi di website resmi EBA, Kota Surabaya tidak masuk dalam nominasi tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya M. Anwar menyatakan, sekelas lembaga internasional yang memberikan penghargaan tentunya memiliki situs atau website resmi yang dapat diakses publik. Apalagi ini bersentuhan dengan negara-negara kelas dunia, yang mempunyai perkembangan teknologi yang cepat dalam meng-upgrade informasi.
“Supaya kredibilitas lembaga diakui dunia, dalam mengupgrade informasi harus cepat dan sesuai bukti, jika tidak ya patut dipertanyaan kredibilitasnya,”katanya, Senin (28/4/2014).

Ia mendesak Walikota Surabaya untuk menjelaskan ke masyarakat terkait penilaian penghargaan sebagai kota masa depan, karena di website resmi EBA Winner 2014 Innovative City of the future tidak tercantum nama Surabaya atau Indonesia. Melainkan Kota dari Montenegro, Spanyol dan Rusia yang masuk nominasi dan pemenangnya diumumkan secara resmi.
“Kalau memang penghargaan tersebut didapat secara resmi melalui kerja keras serta riil adanya sesuai penilai secara fakta, saya hormat kepada Walikota, yang telah membawa Surabaya menjadi kota hebat. Namum jika penghargaan itu seolah-olah didesain hanya untuk menaikkan pamornya, sama saja itu pembohongan publik, apalagi sudah diarak kemana-kemana”,ujarnya.

Menurut Anwar, warga Surabaya memang masih awam terkait model penghargaan tersebut, bahkan tidak mengetahui kebenaran penghargaan yang didapat oleh kota Surabaya.
“Warga Surabaya itu awam akan hal tersebut dan tak mungkin mengecek di website,”katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Masduqi Thoha Anggota Komisi D DPRD Surabaya yang menjelaskan, bahwa penghargaan yang diperoleh Walikota hanyalah kamuflase saja. “Saya juga kaget malah saya dengar sendiri dari teman-teman diinternal DPRD jika penghargaan tersebut dipertanyakan,”ungkapnya.
Selama ini, menurut politisi PKB ini, para anggota dewan tidak pernah diberitahu soal proses penerimaan penghargaan. Hanya ketua DPRD Surabaya saja yang diajak keliling untuk memamerkan piala, tanpa mengetahui proses nominasinya.
“Kita tidak pernah diajak dalam penerimaan penghargaan, dan apa lagi tidak ada dampaknya terhadap kemajuan warga surabaya, terima atau tidak warga tidak berdampak mereka masih saja anaknya sekolah bayar,” sindirnya.(bn/r7)