Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Pasca Arus Mudik

Tidak ada komentar 148 views

Surabaya, (DOC) – Keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik lebaran. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Jasa Raharja. Oleh karenanya, ketiga instansi itu bersinergi menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi awak kendaraan umum di Terminal Osowilangun (TOW), Kamis (25/7/2013).
Cek kesehatan pengemudi bus merupakan kegiatan rutin yang wajib dilakukan, terutama jelang momen libur lebaran. Mengingat, intensitas perjalanan yang dipastikan bakal meningkat, fisik pengemudi maupun kru angkutan umum dituntut dalam kondisi prima. Dengan begitu, angka kecelakaan akibat faktor pengemudi bisa diminimalisir. “Pemeriksaan kesehatan sangat penting dilaksanakan. Itu bertujuan untuk memantau kondisi fisik para pengemudi sebab mereka memikul tanggung jawab yang menyangkut keselamatan penumpang,” kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Sabilul Alif ketika dijumpai di sela-sela kegiatan.
Adapun rangkaian cek kesehatan meliputi tes tekanan darah, tes kandungan urine, dan pemberian vitamin. Menurut Sabilul, dalam pemeriksaan ini pihaknya memonitor kandungan alkohol, amphetamine, dan gula darah dalam tubuh para pengemudi bus. Sedangkan tes urine bertujuan untuk memastikan tidak ada sopir bus yang menggunakan obat-obatan terlarang.
Bila dijumpai adanya pelanggaran, alumnus Akpol angkatan 1996 ini menegaskan akan menindak secara hukum. Selain sanksi pidana, izin pengemudi yang bersangkutan juga akan dicabut serta pemberangkatan bus ditunda hingga ada sopir pengganti yang benar-benar layak. “Tes urine diharapkan memberikan efek bagi pengemudi bus yang diindikasi psikotropika maupun mabuk,” terangnya.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada tubuh para awak angkutan umum saja, melainkan juga pada kondisi fisik kendaraan. Di saat yang bersamaan, para petugas dari Dishub dan Polrestabes Surabaya menggelar operasi kelayakan armada bus di TOW. Satu per satu bus yang masuk terminal tipe A itu tidak luput dari pengecekan oleh petugas.
Kepala Dishub Surabaya, Eddi, menuturkan, keamanan dan kenyamanan perjalanan sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yakni pengemudi dan kondisi kendaraan. Makanya, selain memeriksa kesehatan sopir, kelengkapan kendaraan juga tak luput dari pengawasan.
Beberapa hal yang diperiksa petugas diantaranya ban, lampu, klakson, kipas kaca, serta fasilitas tanggap darurat seperti kotak obat, segitiga pengaman, palu pemecah kaca, dan alat pemadam kebakaran. Tentunya, kelengkapan administrasi berupa surat-surat kendaraan menjadi syarat mutlak bagi armada bus untuk beroperasi.
Dikatakan Eddi, setiap armada yang tidak memenuhi kelengkapan akan diberi peringatan dan sanksi bergantung pada jenis pelanggarannya. Sedangkan, bus yang lulus pemeriksaan fisik akan ditempeli stiker bertuliskan “Kelaikan Angkutan Lebaran” pada kaca depan sebelah kiri bawah. Dalam stiker itu tercantum tanggal dan tempat pemeriksaan plus stempel dari Dishub Surabaya.
“Pemeriksaan kelaikan jalan pada setiap angkutan umum kami perketat jelang lebaran. Harapannya semoga kualitas arus mudik dan arus balik lebaran kali ini bisa lebih baik lagi,” katanya.
Sebagai informasi, tercatat sebanyak 21 pengemudi dan armada bus mengikuti pemeriksaan kesehatan. Sebagian besar kondisi tekanan darah dan kebugaran dalam keadaan normal, sementara untuk tes urine sedang dilakukan uji lab terlebih dahulu.
Sedangkan hasil operasi kelengkapan kendaraan umum, dari 21 bus, petugas mendapati 9 pelanggaran. Rinciannya, tanpa surat izin mengemudi (SIM) (1), masa uji/trayek habis (1), dan tanpa fasilitas tanggap darurat (7). “Seluruh pelanggar itu ditilang oleh aparat yang berwenang,” ungkap Eddi. (r4)