Spesialis HP Pelabuhan Dibekuk Polda Jatim

Tidak ada komentar 372 views

Surabaya, (DOC) – Komplotan pencuri HP yang biasa beroperasi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akhirnya tertangkap. Tiga pencuri HP milik para sopir maupun kenek truk yang biasa mangkal di pelabuhan Jamrud, ditangkap anggota Resmob Ditreskrimum Polda Jatim saat melakukan patroli.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, tiga tersangka spesialis pencuri HP milik sopir truk tersebut bernama Harjono (45) warga Surabaya, Sugeng Ribut (49) warga Desa Mamping, Kelurahan Blora dan Suyadi (46) warga Jalan Teluk Nibung Barat VIII Surabaya.

“Tiga tersangka yang berhasil kami tangkap ini sering melakukan aksi pencurian di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka akan bekerja ketika melihat antrean truk di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut,” ungkap Hilman.

Selain ketiga orang tersangka ini, lanjut Hilman, diduga kuat masih ada tersangka lain yang masuk dalam kelompok mereka bertiga. Untuk itu, hingga kini Subdit Resmob Polda Jatim terus melakukan penyelidikan dan pengintaian di area parkiran truk di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kasubdit IV Resmob Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heru Purnomo menambahkan, ketiga tersangka ini ditangkap saat beraksi di pelabuhan Jamrud, Tanjung Perak Surabaya.

“Dalam melancarkan aksi kejahatannya, ketiga orang ini mempunyai tugas sendiri-sendiri. Sugeng Ribut dan Harjono bertugas mengawasi situasi sekitar sedangkan Suyadi sebagai eksekutor atau yang mengambil HP milik para sopir truk tersebut,“ ungkap Heru Purnomo.

Sebelum bekerja, lanjut Heru Purnomo, ketiga orang tersangka ini selalu berjalan kaki di kawasan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Saat beraksi, Suyadi yang membuka pintu truk hendak mengambil HP, aksi ini diketahui pemilik HP. Mereka pun diteriaki maling.

“Teriakan ini ternyata didengar sopir-sopir truk yang sedang mengantre di pelabuhan Jamrud. Para sopir itu sebagian langsung mengejar para tersangka. Begitu tertangkap, para sopir ini langsung melampiaskan kemarahannya dengan menghajar para tersangka hingga babak belur, “ tandas Heru.

Untung saja, lanjut Heru, aksi itu tidak berlanjut ke aksi anarkis karena ada anggota Resmob Polda Jatim yang sedang melakukan patroli pengamanan pelabuhan. Ketiga orang tersangka ini kemudian dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa.

Dihadapan petugas, Suyadi mengaku terpaksa mencuri karena tidak mempunyai pekerjaan tetap sedangkan ia harus menghidupi anak dan istrinya. Begitu mendapat tawaran untuk bergabung dengan dua tersangka yang lain, Suyadi pun langsung mengiyakan, tanpa berpikir panjang.

Kini ketiga tersangka ini harus mendekam di tahanan Mapolda Jatim guna proses hukum lebih lanjut. Akibat perbuatannya itu, ketiganya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (k1/r11)