Stok Gula Giling Jatim Masih Aman

Tidak ada komentar 240 views

Surabaya, (DOC) – Dari hasil proses giling tebu di Jawa Timur sejak Mei hingga September telah mencapai 700 ribu ton. Jumlah yang cukup tinggi tersebut masih menyisakan persoalan, lantaran pasar penjualan yang ditargetkan untuk wilayah Indonesia Timur masih kalah bersaing dengan peredaran gula rafinasi.
“Dari hasil giling tahun ini, sudah ada stok 700 ribu ton. Permintaan untuk wilayah Indonesia Timur berkurang karena kalah dengan gula rafinasi. Ini persoalan yang masih dicarikan solusinya,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Moch Samsul Arifien, Senin (15/9).
Jika stok saat ini cukup tinggi, sisa stok gula Jatim tahun giling 2013 juga masih tersisa 30 ribu ton. “Kami prioritas menghabiskan stok sisa giling 2013 sebanyak 30 ribu ton dan kami perkirakan akhir September stok gula produksi tahun lalu sudah habis terjual,” tuturnya.
Setelah itu, baru pihaknya mencarikan solusi penjualan untuk stok gula tahun ini. Diperkirakannya memasuki bulan Desember hingga Januari stok gula 700 ribu ton yang sudah ada bisa mulai terbeli.
Ia menuturkan, untuk mempermudah penjualan gula ke wilayah Indonesia timur, kata dia, pedagang sudah dipanggil Menteri Perdagangan. Namun, penjulan gula tebu Jatim tetap kalah karena permintaan Indonesia Timur memang telah berkurang karena pengaruh peredaran gula rafinasi yang diproduksi PG di Sulawesi memiliki harga jual lebih murah.
Mengenai harga lelang gula yang masih rendah kini juga menjadi persoalan yang menjadi kekhawatirannya. “Kalau harga gula rendah, semua bingung tidak ada yang bisa jawab. Saat ini Lelang Rp 8.300/kg dibawah HPP Rp 8.500/kg. Begitu lelang dibawah HPP dibatalkan,” tegasnya.
Dengan penolakan harga lelang dibawah HPP, kata dia, petani tidak ingin rugi lebih banyak. “Biaya produksi tebu cukup tinggi dan dengan harga lelang yang rendah, petani dan pabrik gula banyak yang enggan melepas gulanya,” ungkapnya. (r4)