Suara di 17 TPS Fiktif Sampang Dihanguskan Bawaslu

Tidak ada komentar 114 views

Surabaya, (DOC) – Badan Pengawas Pemilu akan memberikan sanksi yaitu menghanguskan perolehan suara di 17 Tempat Pemungutan Suara (TPS) fiktif yang ada di desa Bire Barat Kecamatan Ketapang dan 2 TPS di Desa Pandiangan Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang. Sanksi diberikan setelah Bawaslu Jatim melihat langsung di lapangan pada 19 April 2014, pemilihan ulang gagal digelar disebabkan semua KPPS kompak mundur jelang pencoblosan.
Anggota Bawaslu Jatim, Sri Sugeng di Kantor Bawaslu Jatim, Selasa (22/4/2014) mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan ke 19 TPS tersebut fiktif. Karena itu, rekomendasi Bawaslu Jawa Timur ke KPU Jatim mengharuskan agar digelar pencoblosan ulang. “Berdasarkan temuan, itu kan TPS fiktif. Tapi, pencoblosan ulang kan gagal digelar,” ujarnya
Ia menjelaskan, temuan TPS fiktif dan dilakukan pencoblosan ulang gagal digelar, maka besar kemungkinan hasil perolehan suara di 19 TPS tersebut dihanguskan. “Ya bisa jadi di disclaimer atau dihanguskan perolehan suaranya,” paparnya
Pertimbangan lainnya jika dari sisi keamanan, Polda Jawa Timur khawatir dan tidak berani menjamin jika pemilu ulang kembali dilaksanakan dengan menggunakan tenaga luar, baik PNS maupun KPPS dari desa lain. “Pihak kepolisian tidak berani menjamin keamanan jika pemilu ulang dilaksanakan kembali,” tegasnya.
Sementara Ketua KPU Jawa Timur, Eko Sasmito menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan dan keputusan terkait 19 TPS tersebut. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari KPU Kabupaten Sampang. “Nanti apapun laporan yang diberikan oleh KPU Kabupaten Sampang akan kami teruskan ke KPU RI. Dan Kita siap menjalankan keputusan dan perintah dari KPU RI,” tegasnya.
Sementara itu anggota KPU RI, Arif Budiman ketika dikonfrimasi juga enggan berkomentar panjang. Menurutnya ia juga sampai saat ini masih menunggu laporan dari KPU jawa Timur dan Bawaslu Jawa Timur terkait masalah 19 TPS fiktif yang ada di kabupaten Sampang tersebut. “Nanti kalau sudah ada laporan dari KPU Jatim dan Bawaslu Jatim akan kita rapatkan diinternal KPU RI. Setelah itu, baru kita bisa mengumumkan keputusannya apa,” terangnya
Selain itu, Arif Budiman yang juga mantan anggota KPU Jawa Timur ini menegaskan kini sedang meninjau TKP di kabupaten Sampang. “Apa yang kami temukan di TKP akan jadi dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan. Kalau memang ada unsur kesengajaan tindak pidana pemilu tentu kami tidak segan–segan memberikan sanksi tegas kepada pihak – pihak yang bersangkutan. Baik itu oknum peserta pemilu maupun oknum penyelenggara pemilunya,” terangnya
Seperti diketahui pada pemilihan ulang tanggal 19 April 2014, semua logistik sudah berada ditingkat PPS (desa). Hanya saja, hingga jadwal pemungutan berakhir pukul 13 :00 WIB, namun tidak ada satupun anggota KPPS yang mengambil logistik untuk menggelar pemilihan ulang di TPS nya masing – masing. (r4)