Sudah Siapkan Calon Wawali

Tidak ada komentar 123 views

Surabaya, (DOC) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya tidak mau terburu-buru mengumumkan nama-nama yang direkom DPP sebagai calon wakil wali kota (wawali), menggantikan Bambang DH. Pengurus DPC partai berlambang banteng moncong putih skala Kota Pahlawan ini memilih hati-hati.
Kesan kuat muncul adanya kekhawatiran rencana penetapan kader PDIP sebagai orang nomor dua di pemkot akan direcoki partai lain. PDIP tak ingin dipusingkan manuver politik oleh pihak luar.
“Dari dua nama cawawali, yang satu jelas Whisnu Sakti Buana, karena yang bersangkutan ketua DPC. Secara aturan, ketua DPC mendapat prioritas untuk dipilih,” kata Sekretaris DPC PDIP Surabaya Armuji, kemarin.
Anggota dewan tiga periode ini menambahkan, selain Whisnu Sakti Buana, ada satu nama kader PDIP lagi yang sudah direkomendasi DPP. “Selain Pak Whisnu, ada satu nama lagi sudah direkom DPP. Surat dari DPP sudah turun dan langsung diserahkan ke wali kota, Senin (1/7) lalu,” kata Armuji yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.
Kendati demikian, Armuji menampik saat didesak menyebut satu nama lagi yang direkom. Alasannya, amplop surat dari DPP diserahkan lanjut ke wali kota dalam posisi masih tersegel.
“Saya tidak bisa menyebut siapa satu kader lagi yang direkom DPP sebagai cawawali. Yang jelas, dulu DPC pernah mengusulkan nama Taroe Sasmita, mantan anggota Komisi D DPRD Surabaya periode 1999-2004. Tapi apakah nama Taroe disetujui atau tidak, saya tidak tahu,” paparnya.
Armuji menepis keras tudingan kehati-hatian partainya untuk menghindari manuver politik partai lain. “Tidak ada kekhawatiran itu,” singkatnya.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menegaskan, sejauh ini tidak ada upaya dari lintas fraksi terkait posisi tawar kekosongan posisi ketua Komisi B dan ketua Badan Kehormatan (BK). Upaya transaksional dari lintas fraksi juga dipastikan tak ada oleh Armuji.
“Siapapun satu nama lagi yang direkom DPP, yang jelas kami berharap ketua DPC yang terpilih. Karena secara aturan memang seperti itu,” tukas mantan ketua DPRD ini.
Armuji menyontohkan meninggalnya wakil bupati Mojokerto asal PDIP. Sebagai penggantinya, wakil ketua DPRD dari Fraksi PDIP yang ditetapkan sebagai wakil bupati.
Sementara itu, Kassubag Perundangan Sekretariat DPRD Surabaya Emanuel Playtuka menegaskan penetapan wakil wali kota baru tak sesederhana yang disebutkan Armuji. “Penetapan wakil wali kota itu menjadi kewenangan DPRD. DPRD harus membentuk pansus melalui rapat paripurna. Mekanisme pemilihan dilakukan anggota dewan dengan dipandu pansus,” urai Eman.
Kemarin siang diserahkan ke wali kota. Belum bisa sebut siapa. Bantah ketakutan proses politik di dewan. Kab Mojokerto, dulu wabup MD, gantinya wakil ketua dewan. Wakilnya suwandi. Tak kuatir gerilya politik. Bantah bergainning kom b dan BK. Dulu pernah usulkan taroe, tapi disetujui atau tidak.
Sebagaimana pernah diberitakan, nama Taroe Sasmita sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat. Kalangan dewan menilai penetapan nama Taroe untuk mengugurkan aturan terkait dua nama calon. Singkatnya, untuk memuluskan Whisnu Sakti menempati kursi wakil wali kota.
Sejumlah sumber menyebut, ketika menjabat anggota dewan, Taroe kurang bisa “mewarnai” kebijakan Komisi D, tempatnya berada. (r4)