Sukadar: Sikap Kasatpol PP Dianggap Lecehkan Institusi Lembaga DPRD

Sukadar Ketua Fraksi PDIP

Surabaya,(DOC) – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sukadar, menilai sikap Kepala Satpol (Kasatpol) PP kota Surabaya, Irvan Widyanto yang terlibat saling bentak hingga nyaris adu jotos dengan Ketua DPRD Surabaya, Armuji, saat hearing soal penggusuran warga Medokan Semampir di Komisi A, Selasa(20/2/2018) kemarin, dianggap bentuk pelecehan institusi lembaga legislative.

Untuk itu, Fraksi PDIP DPRD Surabaya akan melaporkan sikap Irvan Widyanto tersebut ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini selaku atasannya. “Bukan (membela) Armudjinya, tapi yang bersangkutan adalah simbol DPRD, karena menjabat ketua. Apalagi bagian FPDIP,” kata Sukadar, Rabu(21/2/2018).

Sebelum melapor, lanjut dia, Senin(26/2/2018) pekan depan, Fraksi PDIP akan menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti persoalan itu, sebagai bahan laporan.

:”Keputusan rapat fraksi yang akan digunakan sebagai bahan laporan ke Wali kota,” tandasnya.

Sukadar menyesalkan atas terjadinya perseteruan mulut antara Ketua DPRD kota Surabaya dengan Kasatpol PP yang terkesan tak menghormati dengan bertindak terlalu berlebihan di forum rapat resmi.

“Seharusnya bisa menekan emosi dan menghargai pendapat satu sama lain,” katanya.

Fraksi PDIP merupakan bagian dari struktur pemerintahan yang juga ingin mencarikan solusi untuk masalah hunian bagi masyarakat korban penggusuran. Sukadar menjelaskan, persoalan ini menjadi rumit, karena memicu terjadinya masalah baru. Apalagi Wali kota dan Wakil nya adalah kader PDIP.

“Maksud kami cari solusi dulu, jangan menata kota tanpa dampak persoalan yang akan ditimbulkan. Sisi sosialnya harus menjadi pertimbangan utama,” ungkap Sukadar.

Ia menyarankan, sebelum digusur, Pemkot Surabaya bisa melakukan pendataan dulu terhadap warga terdampak dan tempat relokasi warga seperti rumah susun.

“Kan bisa di data berapa jumlah warganya, kalau rusun tak cukup, dewan bisa anggarkan lagi untuk dibangun rusun baru,” pungkasnya.(rob/r7)