Surabaya Garap Proyek Wisata Kenjeran

Tidak ada komentar 462 views

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya mulai 2014 akan membangun sejumlah proyek prestisius. Tak tanggung-tanggung, anggaran miliaran rupiah disiapkan dari APBD 2013, 2014, dan 2015 untuk mewujudkan proyek tahun jamak (multiyears) tersebut.
Wali kota Tri Rismaharini mengatakan, proyek “mercusuar” yang akan dibangun pertamakali adalah jembatan di atas pantai di wilayah Kenjeran. Jembatan sepanjang 3 kilometer ini akan dibangun mulai 2014, setelah lelang proyek ditargetkan kelar 2013 ini.
“Jembatan ini dibangun di atas pantai, menghubungkan THP (Taman Hiburan Pantai) Kenjeran dengan jalan di depan SD Muhammadiyah Kenjeran. Anggaran total yang diperlukan Rp200 miliar,” kata Tri Rismaharini.
Menurut dia, proyek jembatan ini akan terkoneksi dengan jalan lingkar luar timur kota yang juga akan dibangun pemkot. Jembatan ini juga akan terintegrasi dengan akses Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) serta tol Juanda.
“Jembatan ini akan memiliki enam jalur. Jembatan akan dipadu dengan air mancur. Jembatan bisa memancarkan air mancur yang langsung jatuh ke pantai. Lampu hias warna-warni yang bisa mengikuti irama musik juga menjadi pelengkap jembatan,” rinci Risma di ruang kerjanya.
Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini menyebut ini bagian menghidupkan wisata dikawasan Kenjeran. Sebab, keberadaan jembatan akan dipadu dengan sentra ikan Bulak.
Keberadaan kampung nelayan di Kenjeran juga akan “dijual” menjadi obyek wisata tersendiri. Kampung ini akan bisa dinikmati bagi mereka yang melintasi jembatan yang pengerjaannya akan dituntaskan selama dua tahun, sejak 2014.
“Pemkot juga akan membangun underpass Jalan Mayjend Sungkono. Pengerjaan underpass ini baru akan dimulai 2015. Lelangnya baru dilaksanakan 2014. Anggarannya belum ditentukan. Yang pasti semuanya terangkum dalam proyek multiyears,” papar mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) ini.
Pejabat asli Kediri ini menyebut, program ini bagian proyek menjadikan sarana infrastruktur publik yang lebih baik untuk Surabaya. Selain rencana proyek sarana transportasi massal, seperti monorel maupun trem.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto menyebut dewan baru mengetahui rencana proyek tersebut. “Proyek jembatan di atas pantai itu tadi (kemarin) baru dibahas dalam rapat Banmus (Badan Musyawarah) dan Banggar (Badan Anggaran),” kata Herlina.
Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Surabaya dari dapil III ini menunggu paparan pemkot soal DED maupun FS atas rencana proyek tersebut. “Sejauh ini pemkot belum memaparkan ke kami soal proyek tersebut,” sambung alumni S2 Fakultas Psikologi Untag Surabaya ini.
Ibu tiga anak ini menunggu paparan detail pemkot, lantaran rencana proyek ini baru disampaikan jelang berakhirnya rapat banmus serta banggar. Herlina menangkap ada kesan “pemaksaan” untuk memuluskan proyek ini.
Kendati demikian, kata Herlina, pihaknya masih menunggu penjelasan pemkot. “Memang harus multiyeras karena pengerjaannya lama dan anggaran yang diperlukan cukup besar. Sebagai pembelajaran ke depan, sebaiknya proyek multiyears pembahasannya diawal, seperti pembahasan anggaran yang lain. Selama ini,proyek-proyek multiyears selalu memunculkan kesan serampangan,” pungkas Herlina. (n2/r4)