Surabaya Jadi Barometer Daerah Lain Untuk Raih Adipura

Surabaya,(DOC) – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam meraih penghargaan bergengsi bidang lingkungan, Adipura Kencana selama dua tahun beruntun (2012 dan 2013), menjadikan Kota Surabaya sebagai jujugan bagi pemerintah kota/kabupaten lainnya.
Beberapa pemerintah kabupaten/kota di Indonesia kini rajin berkunjung ke Kota Pahlawan untuk belajar tentang rahasia Pemkot Surabaya bisa meraih
Adipura Kencana yang merupakan penghargaan tertinggi.
Setelah Rabu (16/10/2013) dan Jumat (18/10/2013) lalu jajaran Pemerintah Kota Waringin lalu Salatiga berkunjung ke kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, giliran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara yang datang ke kantor DKP Kota Surabaya, Minggu (20/10/2013) pagi.
Rombongan Pemkab Jepara yang dipimpin oleh Bupati Achmad Marzuki didampingi Sekda Ir Sholeh beserta asisten dan pimpinan SKPD, diterima
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian DKP Kota Surabaya,
Wisnu Wibowo.
Bupati Jepara, Achmad Marzuki mengatakan, kedatangannya ke Surabaya bertujuan untuk menimba ilmu, utamanya terkait pengelolaan kebersihan di Kota Surabaya.
“Kami ingin mendapatkan penjelasan, fokus yang harus kami lakukan pada titik mana saja untuk mendapatkan Adipura Kencana. Karena Surabaya sudah memperoleh Adipura Kencana dua kali beruntun,” tegas Achmad Marzuki.
Dijelaskan Marzuki, Kabupaten Jepara sebenarnya tidak asing dengan penghargaan Adipura. Menurutnya, sejak tahun 2005, Jepara sudah rutin menerima penghargaan Adipura.
“Soal Adipura kami sudah tidak asing lagi. Kami sudah sembilan kali berturut-turut, tetapi belum Adipura Kencana. Karena itu kami ingin belajar pada Pemkot Surabaya,” sambung dia.
Sementara Sekda Kabupaten Jepara, Ir Sholeh mempertanyakan sejauh mana partisipasi masyarakat di Surabaya di bidang kebersihan, juga keberadaan bank sampah, serta ada tidaknya operasi penertiban yustisi kebersihan di Surabaya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Wisnu Wibowo lantas memberikan penjelasan komprehensif tentang pengelolaan kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya melalui paparan.
“Sebenarnya pengelolaannya hampir sama dengan kota lain. Tetapi kita melakukan banyak inovasi yang itu menjadi penilaian Adipura Kencana. Harapan kami tentu mendapat yang ketiga kalinya,” ujar Wisnu.
Wisnu lantas menjelaskan tentang tugas-tugas DKP seperti penyapuan, pengangkutan sampah, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPAY dan pengolahan tinja, penerangan jalan umum, pemeliharaan makam, dekorasi kota. Serta, beberapa inovasi yang telah dilakukan DKP seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos dan Superdepo Sutorejo.
“Terobosan seperti Super depo Sutorejo dan bank sampah ini masuk dalam penilaian Adipura Kencana, dan itu menambah nilai,” jelas Wisnu.
Wisnu juga menjelaskan tentang partisipasi warga untuk mereduksi volume sampah yang masuk ke TPA Benowo. Diantaranya melalui
pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas yang kini sudah tersebar di 162 kelurahan. Fungsinya antara lain pemilahan sampah organik dan an organik lalu mengelolanya. Sampah organik diproses menjadi kompos dan sampah anorganik dijual ke pengepul sampah atau didaur ulang.
Dijelaskan Wisnu, kini sudah ada 21 rumah kompos. Diantaranya di kawasan Tenggilis Utara, Gayungsari, Rungkut Asri, Keputih, Wonorejo, Benowo, dan Putat Jaya. Sementara untuk bank sampah aktif, jumlahnya kini ada 125 bank sampah. “Untuk menggairahkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, kita juga menggelar kompetisi kebersihan yakni Surabaya Green and Clean sejak 2005 dan Surabaya Merdeka dari Sampah sejak 2007. Karena partisipasi warga ini juga ada nilainya. Intinya kita ikut mendampingi, bukan hanya memerintah,” jelas Wisnu.
Tidak ketinggalan, Wisnu juga menjelaskan tentang kepedulian pihak swasta untuk memberikan dana CSR (Corporate Social Responsibility). CSR ini diwujudkan berupa revitalisasi taman atau pemberian mobil tangki untuk DKP.
Asisten I Sekda Jepara, Ahmad Junaedi
mengatakan, dari paparan tersebut, terlihat bahwa secara fisik Surabaya memang luar biasa. Dia mengakui, pihaknya belum bisa maksimal dalam menggerakkan partisipasi masyarakat di Jepara. “Saya juga penasaran ingin tahu bagaimana upaya Pemkot dalam meyakinkan pihak swasta untuk mendapatkan CSR,” tanya dia.
Wisnu menjelaskan bahwa untuk CSR, selama ini Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT yang melakukan pendekatan dengan para direktur perusahaan. “Ada juga pihak perusahaan yang meminta audiensi dengan bu walikota dalam rangka menawarkan CSR,” ujarnya.
Beberapa taman di Surabaya memang hasil dari bantuan CSR pihak swasta. Diantaranya partisipasi dari PT Telkom untuk revitalisasi Taman Bungkul, lalu Pertamina untuk Taman Pelangi, serta Bank Danamon untuk Taman Nginden Intan. Bank Mandiri dan Bank BNI juga memberikan CSR berupa mobil tangki untuk menyiram taman.
Setelah paparan, Bupati Jepara bersama rombongan dilantas diajak untuk melihat langsung pengolahan kompos yang berada di bangunan belakang kantor DKP Surabaya.(humas/r7)