Surabaya Kota Masa Depan Versi FutureGov

Tidak ada komentar 156 views

Surabaya, (DOC) – Gerakan modernisasi pemerintahan dan reformasi birokrasi membuat seluruh instansi pemerintah berlomba-lomba memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), terutama untuk pelayanan publik. Pemerintah Kota Surabaya sebagai yang pertama dalam penerapan e-Procurement (sistem lelang online) juga terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Atas dasar itulah, Surabaya dinobatkan sebagai kota masa depan versi majalah FutureGov.
Penghargaan FutureGov diserahkan oleh Managing Director FutureGov, James Smith, kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (15/5) malam. Selain Surabaya, FutureGov juga memberikan penghargaan kepada 13 instansi pemerintahan pemenang kategori lainnya. Keseluruhan, ada 14 pemenang yang terdiri atas pemerintah kota, provinsi, kementerian, lembaga pengawasan, kepolisian, dan universitas.
James mengatakan, FutureGov merupakan majalah berbasis di Singapura yang fokus dalam bidang pemanfaatan TIK oleh pemerintahan di negara-negara ASEAN. Meski begitu, dia menambahkan, FutureGov bukan bertujuan mengambil keuntungan dengan menjual produk teknologi. “Kami tidak menjual apa pun. Kami murni media yang fokus pada modernisasi pemerintahan di ASEAN,” paparnya.
Terkait keberhasilan Surabaya, James menyatakan, Ibu Kota Jawa Timur itu memang layak ditahbiskan sebagai kota masa depan. Pasalnya, Surabaya dinilai konsisten dalam pengembangan serta pemanfaatan TIK untuk menunjang kinerja pemerintahan. Sistem yang telah berjalan dikelola dengan baik. Dengan begitu, pelayanan masyarakat menjadi semakin maksimal dan tidak menutup kemungkinan untuk terus dikembangkan. “Apalagi, saat ini e-Procurement telah menunjang sistem lelang nasional. Tentu hal itu perlu diapresiasi,” kata James yang juga ketua panel juri FutureGov Award 2013.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memandang penghargaan ini sebagai suntikan motivasi bagi instansi yang dipimpinnya agar bisa lebih baik. Menurutnya, penghargaan bukanlah yang utama, yang terpenting adalah bagaimana pelayanan masyarakat dapat berjalan maksimal. “Yang penting masyarakat terlayani dengan baik,” ujarnya sesaat setelah menerima penghargaan.
Kesuksesan ini tak membuat Pemkot Surabaya berpuas diri. Berbagai inovasi di bidang TIK bahkan sudah mulai disiapkan. Salah satunya program e-health. Dengan program tersebut, masyarakat tak perlu membawa kartu berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Sebab, cukup dengan sidik jari saja, rekam kesehatan pasien sudah bisa diketahui. Sistem itu nantinya akan terintegrasi di seluruh puskesmas maupun rumah sakit se-Surabaya. Jika tak ada kendala berarti, e-health mulai dioperasikan tahun ini. “Tak hanya data pasien, e-health juga mampu memonitor jumlah obat dan memetakan jenis penyakit apa yang paling banyak terjadi di setiap wilayah,” kata Kabid Aplikasi dan Telematika, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Hefli Syarifuddin.
Terobosan yang dilakukan pemkot tak berhenti sampai di situ. Diskominfo juga tengah ancang-ancang menerapkan perizinan online untuk pengurusan makam. Jadi, bilamana ada warga yang meninggal, pihak keluarga dapat mendaftar ke tempat pemakaman yang dikehendaki secara online. “Semua bisa diakses dari rumah. Mengenai pengoperasiannya, kami targetkan tahun ini,” imbuh Hefli yang juga turut mendampingi wali kota menerima penghargaan FutureGov. (r4)