Surabaya Mulai Pasangkan DI dan Mahfud MD

Tidak ada komentar 155 views

Surabaya, (DOC) – Iklim politik nasional hingga saat ini masih mencair. Beberapa partai politik (parpol) baik yang nasionalis atau religius sibuk membangun komunikasi politik untuk membuat koalisi dalam rangka menghadapi pemilihan presiden 2014. Sebab, tidak satupun dari 12 partai yang bisa mencalonkan presiden tanpa berkoalisi.
Yang menarik, di tengah partai tengah mencari sosok pemimpin yang akan diusung pada pilpres 2014, DPW PKB Jatim melakukan manuver yang mengejutkan. PKB Jatim saat ini tengah melirik Dahlan Iskan (DI). Padahal, DI masih tercatat sebagai anggota konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Selain itu, PKB santer mengusung Mahfud MD dan Rhoma Irama.
Sekretaris DPW PKB Jatim, Thoriqul Haq mengaku sedang mengintip DI untuk diusulkan ke DPP PKB. Dia mengakui, kualitas leadership menteri BUMN itu tidak bisa diragukan lagi. Tidak hanya itu, elektabilitas eks Dirut PLN ini cukup diakui.
“Setelah diskusi ini malah saya itu melirik Pak Dahlan untuk diusulkan ke DPP, kepemimpinannya bagus, tidak bisa diragukan, kinerjanya juga oke,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam diskusi kebangsaan di Rumah Dahlan Iskan (RDI) Jalan Bali Surabaya, Kamis (24/4/2014).
Sayangnya, upaya mengusulkan DI tidak mudah. Sebab, DI saat ini tercatat sebagai anggota konvensi dan sudah mengajukan diri sebagai kader Partai Demokrat. Meski begitu, anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKB optimis bisa menggaet DI. Hal itu bisa dilakukan bila DI segera keluar dari bayang-bayang partai berlambang mercy itu.
“Syaratnya Pak Dahlan harus milik umum dulu, bukan milik partai democrat, apalagi konvensi saat ini masih belum jelas arahnya, pak dahlan masih ada waktu untuk segera mengambil langkah,” ulasnya.
Disinggung perihal rencana koalisi PKB, Thoriq menjelaskan membangun koalisi partai harus terukur dengan baik. Isu membangung poros tengah belum tentu menjadi pilihan alternatif yang baik. Pilihan kembali dengan menugusung poros tengah berbasis partai-partai islam harus realistis.
“Mengajukan calon harus terukur. Terukur dari segi elektabilitas, dan kemauan partai koalisi dengan calon yang kita usung,” tegasnya.
Wakil Ketua DPW PPP Jatim Mujahid yang menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “membangun komunikasi partai politik nasionalis dan religius” menyatakan koalisi parpol harus berdasarkan platform atau visi yang sama, bukan koalisi bagi-bagi kursi atau kekuasaaan. Hal itu bertujuan untuk membangun Indonesia Raya yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Yang ideal presidennya adalah koalisi partai nasionalis religius dan religus nasionalis,” kata Mujahid.
Menurutnya, partai nasionalis dan religius tidak boleh ada dikotomi. Islam tidak bisa dipisahkan dengan nasionalis. Sebab, cinta tanah air bagian dari iman. Di Jawa Timur punya sosok DI dan Mahfud MD yang dikenal religius dan nasionalis.
Hadir pula dalam acara itu Ketua DPW PKS Jatim, Hammy Wahyunianto, dan Bendahara DPD Demokrat Jatim Kusmaduratni. Hammy meninginkan calon presiden (capres) dari Jawa Timur. Menurutnya, Jatim memiliki figur yang pantas untuk menjadi presiden, seperti Mahfud MD dari PKB dan DI yang disebut sebagai kader Demokrat.
Bagi dia, peta koalisi partai saat ini masih cair. Tantangan koalisi adalah memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Arah koalisi lebih melihat kontribusi ketimbang ideologi. Sebab, parpol yang menamakn diri islam dan nasional secara struktus masanya sudah lewat. Tidak ada partai yang mau dibilang agamis.
“Jadi tidak ada partai yang betul-betul sekuler dan agamis,” terangnya. (ist/r4)