Surabaya Pantau Hewan Kurban

Tidak ada komentar 91 views

Surabaya, (DOC) – Jelang peringatan Idul Adha, Dinas Pertanian Surabaya intensif melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dijual di sejumlah kawasan. Sigit Suharsono, Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya, Selasa (8/10/2013) mengungkapkan, pemeriksaan terhadap hewan kurban dilakukan untuk mengetahui kondisi hewan tersebut. Inspeksi hewan kurban telah dilakukan sejak kemarin, Senin (7/10/2013).
“Kemarin kita sudah mulai inspeksi di Rungkut,” ujarnya.
Sigit mengatakan, dalam pemeriksaan hewan kurban pihaknya melibatkan sebanyak 16 dokter hewan. Dia khawatir, jika tanpa pemeriksaan dari sejumlah hewan yang dijual terdapat hewan mengidap penyakit, diantaranya penyakit Anthrax.
“Kita hanya melihat yang dijual kondisinya sehat atau tidak,” paparnya.
Mantan Kadispora ini yakin hingga saat ini belum ditemukan penyakit mematikan tersebut (Anthrax) menjangkit di Surabaya. Namun, kewenangan mengantisipasi hewan kurban yang datang dari luar pulau berada pada Pemprov Jatim.
“Yang diantisipasi sapi dari NTT, NTB dan Makassar. Dan itu kewenangan Provinsi Jatim,” terang Sigit.
Sigit menambahkan, pemeriksaan terhadap hewan kurban bisa dilakukan berkali-kali, seiring pasokan hewan dari daerah. “Pantauan bisa berulang-ulang, karena beberapa kali datang,” sambung dia.
Dari pantauan Dinas Pertanian, hewan kurban yang dijualbelikan di Surabaya, kebanyakan berasal dari sekitar wilayah Jawa Timur. “Kalau di Surabaya, kebanyakan dari Madura, Trenggalek, Ponorogo, Kediri dan Tuban,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, pihaknya hanya menemukan beberapa hewan mengalami cacat. “Ada yang lecet-lecet, saat pengiriman kena tanduk. Dan, beberapa matanya sakit belekan, karena dihadapkan ke depan. Semestnya ke belakang,” jelas mantan Kadispora ini.
Hewan kurban yang menderita sakit langsung mendapat penanganna medis dari tim dokter hewan yang melakukan pemeriksaan. Tahun ini Sigit memperkirakan jumlah hewan kurban yang dijual mengalami peningkatan sekitar 5 – 10 persen. Tahun lalu, jumlah hewan kurban sapi mencapai 2.299 ekor sedangkan kambing 10.212 ekor. Hewan kurban tersebut tersebar di 55 titik. Sementara tahun ini mengenai lokasi penjualan hewan kurban, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan.
“Kita rapat dengan Satpol PP Kecamatan. Tempatnya asalkan tidak di taman dan dekat aliran sungai,” tegas Sigit. (k4/r4)