Surabaya Punya Universitas NU

Tidak ada komentar 225 views

Surabaya,(DOC) – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf(Gus Ipul) bersama Mendikud Muhammad Nuh meresmikan pemancangan pertama pembangunan gedung Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di Rumah Sakt Islam (RSI) Jl Jemursari Surabaya,Sabtu (28/7/2013) petang.
Pengetokan tiang pancang pertama pembangunan kampus itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikud Muhammad Nuh, dilanjutkan penekanan tombol oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh didampingi Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua PBNU Said Agil Siradj, KH Agus Ali dari Sidoarjo, Chairul Tanjung, dan tokoh NU lainnya
Dalam kesempatan itu Gus Ipul menyatakan menyambut baik hadirnya universitas NU di surabaya, yang diharapkan menjadi bagian dari pendidikan d Jatim, tdak hanya Sarjana agama tapi lahir sarjana dari berbagai disiplin ilmu.
“Jatim masih kekurangan universitas dan lembaga pendidikan tinggi. Oleh karena itu, hadirnya UNUSA ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan Jatim mendatang,” katanya.
. Muhammad Nuh berpesan agar Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H, Saifullah Yusuf berperan aktif mengawal keberadaan kampus. “Di Jawa Timur, Gus Ipul punya tiga peran. pertama sebagai pengurus PBNU, kemudian Pembina Yarsis (Yayasan Rumah Sakit Islam), dan, ketiga sebagai wakil gubernur. “Sangat tidak elok kalau tidak ikut membesarkan Unusa. Makanya saya minta beliau ikut mengambil peran guna kemajuan Unusa demi kemaslahatan ummat,” pintanya.
Dia menerangkan, UNUSA di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya di Jalan Jemur Sari Surabaya Ini merupakan perguruan tinggi yang berkomitmen tinggi mendidik mahasiswa/i dalam menghadapi tantangan global, alumni UNUSA akan menjadi yang terdepan dalam bidang iptek, enterpreneurship, dan pemimpin berkarakter berlandaskan kaidah Islami.
Disiplin ilmu yang diselenggarakan, selain perawat dan kebidanan, juga ada teknik, pendidikan, ekonomi dan dalam tahap pengajuan jurusan kedokteran. “Jurusan kedokteran surat pengajuannya sudah dilakukan, mudah-mudahan tahun depan sudah terlaksana,” ucapnya.
Selanjutnya, KH Said Agil Siradj berharap keberadaan Unusa Surabaya, bisa memberikan cakupan lebih luas terhadap kemajuan pendidikan. “Itu cita-citanya. Kita ingin memberikan layanan kepada masyarakat, selain untuk pendidikan perawat juga kedokteran,” katanya.
Rektor UNUSA Prof Dr. Dr. Rochad Romdoni mengatakan, UNUSA didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS). Embrio berdirinya sejak tahun 1979, yakni berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) YARSIS. Kemudian berdiri Akademi Keperawatan YARSIS (tahun 1985). Sedangkan SPK berubah menjadi Akademi Kebidanan YARSIS (tahun 1997). Pada tahun 2006, 2 institusi tersebut (AKPER-AKBID) YARSIS melakukan penyatuan institusi dan konversi menjadi STIKES YARSIS sampai sekarang dengan penambahan Prodi S1 Keperawatan dan Program Profesi Ners.
Dengan bekal pengalaman lebih dari 33 tahun dalam mengelola institusi pendidikan dan dorongan dari Muslimat NU, PC NU Surabaya, PW NU dan PB NU, maka sejak tahun 2012 mulai diajukan proses legalitas peralihan bentuk institusi ke DIKTI menjadi Universitas.
Akhirnya tahun ini berdiri Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di tandai penyerahan SK UNUSA oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Santoso kepada Rektor Unusa.(r7)