Surabaya Raih Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Utama

Surabaya (DOC) – Menjelang peringatan Hari Ibu, Surabaya mendapat kado istimewa setelah dinyatakan memenangi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2012. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Tahun lalu, Surabaya juga meraih penghargaan yang sama, bedanya jika pada 2011 diganjar APE kategori Madya, kali ini Kota Pahlawan ‘naik pangkat’ ke kategori Utama. APE merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diberikan kepada pemerintah daerah, kementerian dan lembaga pemerintah atas keberhasilannya menerapkan startegi dalam program pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Terdapat tiga kategori dalam APE yakni yang tertinggi kategori utama, disusul madya dan pratama.

Sementara yang menjadi fokus penilaian dalam APE kali ini adalah pelaksanaan pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, serta pelaksanaan pemenuhan hak-hak anak.

Dijelaskan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) dan KB Surabaya, Antiek Sugiharti, bahwa Pemerintah Kota Surabaya secara konsisten melaksanakan program-program yang mendukung kesetaraan gender. Berbagai pelatihan bagi perempuan dilaksanakan dengan tujuan agar kaum hawa dapat mandiri secara ekonomi. Pelatihan yang digelar Pemkot terbukti mampu menumbuhkan UKM-UKM baru.

Untuk memberikan perlindungan dan rasa aman, instansi yang dipimpin Tri Rismaharini ini juga berupaya memfasilitasi melalui sistem informasi pengaduan perempuan Surabaya. Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP2A), merupakan salah satu wadah bagi para perempuan yang ingin melakukan pengaduan. Di bawah naungan Bapemas dan KB, PPTP2A tak hanya sebagai penampung aduan namun juga memberikan solusi demi keamanan dan kenyamanan perempuan.

“Ada lima macam layanan yang diberikan PPTP2A, antara lain, konseling, medis, hukum, psikologi/pendampingan sosial, dan shelter atau rumah khusus bagi korban,” ujar Antiek.

Pembinaan dan sosialiasai tentang kesetaraan gender tak henti-hentinya disuarakan ke seluruh masyarakat. Khusus untuk hal ini, pemkot mengemas pesan-pesan yang akan disampaikan dalam acara yang menarik, melalui Surabaya Gender Award (SGA). Konsep acara tersebut terdiri dari games, dialog interaktif, dan adu pengetahuan yang melibatkan banyak peserta dari masing-masing kecamatan.

Selain program-program tersebut, masih banyak kegiatan lain yang berlandaskan nilai-nilai pengarusutamaan gender. Dengan dukungan penganggaran plus kebijakan-kebijakan yang responsif gender, Pemkot optimis dapat mewujudkan masyarakat yang menjunjung tinggi kesetaraan gender.

Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, penghargaan ini menjadi tanda potensi kaum perempuan di Surabaya mendapat pengakuan. Selanjutnya, Wali Kota perempuan pertama di ibu kota Jatim ini membidik sasaran utama pengembangan pendidikan anak usia dini.

“Kita wajib menjaga prestasi ini, termasuk di dalamnya juga dalam hal pengembangan pendidikan generasi muda,” ujar Walikota sesaat setelah menerima APE 2012. (K-4)