Surabaya Raih Prestasi Soal KB

Tidak ada komentar 158 views

Surabaya,(DOC) – Surabaya sukses melampaui target akseptor KB yang telah dicanangkan tahun lalu. Sepanjang 2012, tercatat 76.545 orang melakukan program KB. Capaian tersebut melampaui target yang ditentukan yakni sebanyak 60.417, atau jika diprosentase menembus 126,7 persen.
Keberhasilan itu menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) Surabaya, Antiek Sugiharti, merupakan hasil kerja keras semua pihak. Pemerintah dalam hal ini tidak bisa bekerja sendiri, seluruh elemen masyarakat harus aktif mendukung. Itulah sebabnya, dalam pelaksanaan program KB, pemkot selalu menggandeng semua pihak, termasuk tokoh masyarakat.
“Peran tokoh masyarakat di sini sangat penting. Mereka memberikan pemahaman dan motivasi kepada calon akseptor KB,” ujarnya.
Lebih lanjut, Antiek menerangkan, dalam pelaksanaan program KB pihaknya memaksimalkan kader-kader KB yang jumlahnya sekitar 5 ribuan. Ditambah, dengan adanya Pos Pelayanan Keluarga Berencana (PPKB) di setiap RW membuat pemkot semakin mudah menjangkau seluruh masyarakat.
Tak hanya itu, Bapemas KB juga melakukan upaya jemput bola melalui program Grebek Pasar dan Grebek Terminal. Para kader tak hanya duduk dibalik meja pelayanan KB di kantor maupun puskesmas. Mereka kini aktif turun ke lapangan guna sosialisasi pentingnya program KB. “Kami instensif sosialisasi di pasar-pasar dan terminal. Hal ini untuk mendekatkan KB kepada masyarakat,” kata Antiek. Edukasi yang diberikan lumayan ampuh. Hasilnya, langkah tersebut memberi andil bagi Surabaya dalam mencatat rekor MURI pada 2012 untuk program KB MOW terbanyak selama dua hari.
Kendati demikian, pelaksanaan program KB bukannya tanpa kendala. Menurut mantan Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya ini, pemahaman yang belum sama menjadi salah satu faktor penghambat. Artinya, masih ada warga yang memegang kebudayaan banyak anak banyak rezeki. Ada pula beberapa yang takut atau khawatir dengan penggunaan alat kontrasepsi. “Tapi setelah diedukasi, mereka bersedia ikut KB dan sama sekali tidak ada masalah,” tandasnya.
Tahun 2013, target akseptor KB Surabaya naik menjadi 61.599 jiwa. Rinciannya, metode pil sebanyak 17.083, kondom 3.292, IUD 5.252, MOW (metode operasi wanita) 2.659, MOP (metode operasi pria) 302, implan 1.292, dan suntik 31.721.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, target memang harus selalu ada dalam setiap pekerjaan. Namun yang terpenting dalam program KB ini adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan keluarga. “Tujuan utama KB bukan hanya keluarga kecil, tapi juga kualitas keluarga yang sejahtera,” tuturnya saat membuka rapat kerja daerah (rakerda) KB di ruang pola Bappeko, Rabu (6/3).
Makanya, pemkot fokus dalam pembinaan ekonomi keluarga, berupa pendampingan dan pelatihan keterampilan. Kalau ekonomi membaik, kualitas hidup keluarga juga akan meningkat. “Secara garis besar, saya memberi apresiasi kepada kader KB. Saya tahu pelaksanaan di lapangan tidak mudah dan penuh tantangan,” kata Risma.(R7)