Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Asean Games

Tidak ada komentar 158 views

Surabaya, (DOC)- kabar bakal ditunjuknya Surabaya, sebagai salah satu kota penyelenggara Asean Games pada tahun 2019 mendatang, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Surabaya. salah satuny seperti yang ditunjukan Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono,. Menurutnya,  jika rencana tersebut terealisasi, Surabaya sangat siap menyambut event olahraga akbar di kawasan Asia tersebut.

Menurut Baktiono, semenjak Kota Surabaya dipimpin Bambang DH, sebenarnya gagasan itu sudah disampaikan. Terbukti dengan dibangunanya berbagai macam venue olahraga bertaraf internasional. Salah satunya adalah Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang terletak di Benowo.

“Sekarang tinggal bagaimana Walikota Surabaya saat ini menindaklanjutinya atau tidak,” ujar Baktiono.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan yang dilakukan anggota dewan selama ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini terkesan tidak serius menyiapkan segala aspek penunjangnya. Terbukti hingga saat ini untuk akses ke GBT saja masih belum dikerjakan sama sekali.

“Ditunjuk sebagai penyelenggara Asean Games memang merupakan sebuah kebanggaan. Namun jika tidak dipersiapkan dari sekarang, takutnya malah bikin malu Kota Surabaya,” cetusnya.

Sedangkan untuk alokasi anggaranya, tambah dia, Surabaya tidak perlu khawatir. Karena tidak mungkin semuanya akan dibebankan kepada pemerintah kota. Oleh karena itu, saat ini yang harus dipikirkan oleh Walikota adalah menyiapkan warganya sebaik mungkin menyambut even olah raga terbesar di Asia tersebut.

“Jangan sampai kita jadi tuan rumah tapi tidak didukung SDM yang mumpuni,” ingat Politisi dari PDIP ini.

Sementara ketika disinggung sikap Walikota Surabaya yang tidak menyambut delegasi panitia ASEAN Games, Baktiono heran mendengar hal itu. Menurutnya, selaku orang nomor satu di Surabaya harusnya walikota memberikan sambutan yang hangat. Apalagi walikota juga merupakan representasi dari arek arek Surabaya.

“Waduh gimana walikota ini, harusnya walikota tidak boleh egois. Siapaun tamunya harus diterima dan dihoermati. Jika itu benar terjadi saya yakin Surabaya akan lebih dikenal sebagai kota yang kurang ramah, sebab kabar seperti itu akan mudah menyebar,” heran Baktiono.(red)