Surabaya Tak Perlu Tol Tengah Kota

Tidak ada komentar 214 views

Desain tol tengah kota.

Surabaya,(DOC)Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum Basuki Hadi Muljono, mengatakan pembahasan tol dalam kota dengan pemerintah Surabaya sudah mulai mengerucut. “Sudah ada titik temu, mungkin tidak perlu tol tengah kota,” katanya saat dijumpai di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum, Senin (28/4/2014) kemarin.
Basuki mengatakan diskusi Pemkot Surabaya dengan Kementerian PU mengalami perkembangan karena jalan lingkar (arteri primer) akan segera selesai. Dia menuturkan pihaknya saat ini sedang mengkaji penggunaan jalur lingkar arteri tersebut untuk diadaptasikan dengan memanfaatkan KSN Gerbang Kertasusila (kawasan strategis nasional yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).
Pemerintah, kata Basuki, akan melihat hubungan sistem transportasi antara kota Surabaya dengan KSN Gerbang Kertasusila selama sepekan ini. Dia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kapasitas tampungan arus kendaraan dari arah Gerbang Kertasusila ke jalan lingkar (ring road) Surabaya. “Kalau masih macet, kami akan diskusikan lagi dengan Kota Surabaya,” katanya.
Jalan lingkar Surabaya ini merupakan alternatif pengganti tol dalam kota dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Risma menyatakan menolak rencana pembangunan tol tengah kota sehingga proyek yang sudah dirancang sejak 2006 itu tak kunjung direalisasikan.
Basuki mengatakan pembahasan pembangunan tol dalam kota antara pemerintah kota Surabaya dengan Kementerian PU telah mengalami banyak kemajuan. Dia menuturkan pihaknya telah mendapat penjelasan langsung dari Pemkot Surabaya setelah Risma bertemu dengan Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Tata Ruang, Sekretaris Jenderal Kementerian PU dan Badan Pengatur Jalan Tol. “Intinya, kami sudah bisa menerima,” katanya.
Dia menambahkan, tidak hanya pembangunan jalan lingkar Surabaya, Risma juga sudah mengkonsep pembangunan monorel barat timur dan trem utara selatan yang membuat pemerintah pusat yakin akan gagasan walikota perempuan pertama di Surabaya ini. Risma mengatakan fungsi jalan tol dalam kota akan dapat tergantikan dengan kedua proyek infrastruktur tersebut. Serta, keunggulan proyek angkutan massal cepat (AMC) yakni lebih ramah lingkungan ketimbang adanya tol yang melintas di tengah kota.
“Untuk arus barang yang dari Tanjung Perak lewat jalur-jalur di timur dan barat. Sedangkan, orangnya bisa ditampung dengan trem dan monorel yang melewati pusat kota,” papar Risma.
Dia mengatakan, awalnya memang proyek tol tengah digagas untuk memudahkan arus transportasi dari daerah luar Surabaya menuju pelabuhan Tanjung Perak. Dengan demikian, diharapkan dapat mengatasi kemacetan.
“Waktu itu belum ada pembangunan monorel dan trem. Sekarang ini progres pembangunannya cepat sekali,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Basuki mengatakan pihaknya akan memantau kondisi pembangunan fisik yang nantinya akan digabungkan dengan gerbang KSN. “Kalau sudah bisa mengakomodasi arus transportasi, saya akan laporkan ke instansi pemerintah bahwa tidak usah ada tol dalam kota,” ungkapnya.
Selama seminggu ke depan, Basuki akan mengevaluasi hubungan sistem transportasi antara Kota Surabaya dengan KSN Gerbang Kertasusila. Evaluasi tersebut akan melibatkan Badan Perencanaan Kota, Dirjen Bina Marga, Direktorat Tata Ruang dan Badan Pengatur Jalan Tol.(humas/r7)