Surabaya Tempatkan Wakilnya dalam LLSS Tingkat Nasional

Surabaya, (DOC) – Kota Surabaya berpeluang menambah pundi-pundi penghargaan level nasional. Kali ini yang diikuti adalah Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LLSS), dimana fokus utama penilaian terletak pada pengelolaan usaha kesehatan sekolah (UKS). Pada tingkat nasional ini, Surabaya diwakili TK Petra IX. Sekolah tersebut akan bersaing dengan perwakilan dari seluruh propinsi se-Indonesia.
Lingkungan sehat di lingkup sekolah dianggap penting bagi para generasi muda. Sampai-sampai, detail pelaksanaannya dituangkan dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah. Keempat menteri yang berkomitmen akan hal itu yakni Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.
Berangkat dari situ, kemudian munculah LLSS sebagai ajang penekanan pentingnya penerapan lingkungan sehat di sekolah. Kota Surabaya sebagai salah satu peserta lomba, dinilai oleh tim juri dari Pemerintah Pusat. Rombongan juri sebanyak delapan orang yang mewakili keempat kementerian diterima Wali Kota Tri Rismaharini di Taman Flora (kebun bibit), Kamis (27/6/2013). Kedatangan tim penilai juga didampingi Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo.
Wali kota menjelaskan, adapun alasan dipilihnya Taman Flora sebagai tempat penyambutan adalah karena di taman itu anak-anak sering berkumpul sembari belajar tentang tanaman obat keluarga (toga). Memang di salah satu sudut taman terdapat areal seluas 500 meter persegi yang ditanami bermacam-macam jenis toga. Dari situ, para siswa bisa belajar ilmu toga dan mengimplementasikannya di lingkungan sekolah.
“Taman ini memang didedikasikan bagi pendidikan anak-anak. Mudah-mudahan dalam LLSS ini, Surabaya bisa mencatatkan prestasi. Kalau menang, yang bangga anak-anak, bukan pemerintah, sebab kami ini hanya mendukung saja. Selanjutnya untuk kesinambungannya ada di tangan anak-anak,” kata Risma -sapaan akrab wali kota-.
Antusiasme dan peran aktif pelajar di taman toga itu membuat Ketua Tim Juri, Subahagyo salut. Menurut dia, promosi kesehatan di area terbuka semacam itu patut dijadikan percontohan bagi daerah lain. Apalagi, dengan dukungan seluruh pihak termasuk pemerintah, menjadikan kegiatan UKS semakin kreatif.
Asisten Kesejahteraan Rakyat, Sekkota Surabaya, Eko Haryanto, menambahkan, dalam SKB empat menteri disepakati bahwa UKS wajib memenuhi delapan fungsi. Yang dimaksud adalah generasi muda harus terbebas dari rokok, kenakalan remaja, narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pra nikah, cacingan, anemia, dan hepatitis B. Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan penerapan trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Eko berharap, LLSS ini dapat dijadikan momentum penyebaran kesadaran akan lingkungan sehat di seluruh sekolah. Jadi tidak hanya di segelintir sekolah saja, tapi yang terpenting adalah bagaimana mereplikasi sistem UKS yang sudah bagus ke sekolah-sekolah lainnya. “Itu yang menjadi tantangan berat ke depan bagi kami. Yang jelas kami sudah siapkan program guna merealisasikan pemerataan UKS yang baik,” tuturnya. (r4)