Surabaya Tuan Rumah Pertemuan TWG-ASW 42

Tidak ada komentar 75 views

Surabaya , (DOC) — Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Pertemuan The Working Group on Technical Matters for The ASEAN Single Window (TWG-ASW) ke-42, yang digelar di JW Marriott Hotel, Surabaya pada 20-23 Februari 2018.

Pertemuan TWG-ASW ke-42 ini akan diikuti oleh delegasi dari negara-negara anggota ASEAN. Hadir pula ASEAN Secretariat (ASEC), The US-ASEAN Connectivity through Trade and Investment (US-ACTI), dan sejumlah Kementerian atau Lembaga terkait sistem INSW.

“Menjadi kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan pertemuan TWG ini, ini menjadi pertemuan pertama sejak ASEAN secara resmi menyatakan penerapan certificate of origin (CoO) form D secara elektronik (e-form D) dalam kerangka ASEAN Single Window, mulai Januari 2018 lalu,” tandas Kepala Pengelola Portal Indonesia National Single Window (PP INSW), Djadmiko, di sela membuka acara pertemuan TWG-ASW ke-42, di Surabaya, Selasa, (20/2/2018).

E-form D sendiri telah diterapkan mulai Januari 2018. E-From D ini merupakan hasil kesepakatan para menteri negara anggota ASEAN pada kesempatan ASEAN Economic Ministers Meeting ke-49 di Manila, 7 September 2017 lalu.

Menurut Djatmiko, penerapan e-Form D merupakan kemajuan besar bagi peningkatan fasilitasi perdagangan dan kelancaran kelancaran arus barang di kawasan ASEAN (Impor).

Selain itu, penerapan e-Form D juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam proses impor/ekspor. Sebelum penerapan e-Form D, importir wajib menyerahkan dokumen hard copy CoO Form D untuk dapat menikmati fasilitas preferensi bea masuk dalam kerangka ASEAN Free Trade Agreement. Dengan penerapan e-Form D, tidak lagi diperlukan penyerahan hard copy.

“Secara teknis, penerapan e-Form D merupakan hasil dari negosiasi yang sangat panjang. Diperlukan negosiasi lebih dari satu dekade sampai akhirnya dicapai kesepakatan untuk mulai menerapkan e-Form D pada Januari 2018,” katanya.

Sementara itu, Chair TWG ASW Dr. Ramlah Mukhtar menambahkan bahwa e-form D saat ini baru diterapkan di beberapa negara yang telah bergabung dengan ASW, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Selanjutnya pertemuan TWG ASW membahas perluasan penerapan e-Form D, mulai dari negara yang akan bergabung, maupun fitur-fitur ASW yang terkait dengan penerapan e-Form D.

“Perkembangan terbaru dari ASW Live operation telah meningkatkan keyakinan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk bergabung dalam ASW,” kata perempuan asal Malaysia itu.

Ramlah berharap penerapan e-From D terus diperluas di negara-negara ASEAN. Karena itu ia membuka banyak kesempatan bagi ASEAN untuk meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN yang paperless, sebagai proses modernisasi kepabeanan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, negara-negara anggota ASEAN terus mengupayakan agar dokumen-dokumen lainnya seperti ASEAN Customs Declaration Document (ACDD) and electronic Sanitary and Phytosanitary Certificate (e-SPS), untuk dapat dipertukarkan dalam kerangka ASW.

“Pertukaran dokumen tersebut secara elektronik melalui ASW, diharapkan mulai berjalan tahun ini. Saat ini pertukaran dokumen tersebut masih dalam tahap pengujian,”tukas perempuan berhijab itu.(nps)