Surabaya Utara Belum Butuh Double Track

Tidak ada komentar 194 views

Surabaya, (DOC) – Pengaktifan jalur rel sebagai double track di kawasan Utara disorot Anggota DPRD Surabaya. Sebab, hal tersebut mulai menimbulkan dampak yang dirasakan warga. Dikawasan sepanjang Kalimas hingga menuju Pasar Turi, misalnya. Aktifnya jalur transportasi rel kereta jika diterapkan jalur double track kerap menimbulkan keruwetan arus lalu-lintas.
Anggota DPRD Surabaya Budi Leksono menyatakan, sebenarnya jalur utara masih belum maksimal jika diterapkan Double Track. Sebab, selain jalur lintasan kereta yang berhimpit dengan rumah penduduk, kondisi yang dilalui lintasan kereta menghambat kelancaran arus lalu-lintas.
“Apalagi kalau sore bisa dibayangkan arus kereta barang hilir mudik menyebabkan jalan jadi macet. Saya kira pengefektifan Double track belum perlu,” kata Budi ketika di ditemui di DPRD Surabaya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, kemacetan tersebut disebabkan jumlah arus kereta barang bisa mencapai 30 gerbong. Masing-masing gerbong bermuatan panjangnya bisa mencapai 12 meter.
Akibatnya arus kereta api barang lebih lamban.”Sehingga itu bisa menghambat jalannya arus lalu lintas kendaraan,” ujar Budi.
Politisi yang juga warga di kawasan Dupak Surabaya ini menilai, harapannya agar rencana double track ditunda. (r4)