Survei LSJ: Publik Dambakan Partai Pro-Perubahan

Tidak ada komentar 407 views

Jakarta, (DOC) – Elektabilitas partai Islam anjlok menjelang berlangsungnya pemilihan umum. Publik lebih memilih partai politik yang mendukung perubahan.
Hal tersebut tergambar dalam hasil riset Lembaga Survei Jakarta (LSJ). “Masyarakat menilai partai-partai Islam mengalami keterpurukan karena banyaknya kader yang terlibat korupsi. Selain itu kurangnya dukungan dari para tokoh senior di internal partai Islam juga menjadi kendala sendiri buat mereka,” papar Syaiful Syam, Peneliti LSJ di Jakarta.
Syaiful menambahkan, isu-isu primordial dan sentimen ideologis, termasuk isu agama, kurang signifikan dalam memengaruhi pilihan terhadap parpol. Partai yang benar-benar menawarkan perubahan, bersih, itu yang diharapkan masyarakat. “Partai NasDem, misalnya, meskipun berusia paling muda tapi berhasil melangkahi elektabilitas partai berbasis massa Islam yang telah ada. Jika pemilu dilaksanakan saat ini, berdasarkan riset kami sebanyak 6,94% publik akan memilih Partai NasDem,” jelas Syaiful.
Sementara itu, pengamat politik Boni Hargens tidak heran dengan hasil survei LSJ. “Sudah pasti sekarang publik lebih memberikan dukungan kepada partai yang pro perubahan, karena masyarakat kita saat ini benar-benar menginginkan perubahan,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia ini.
Boni menambahkan, partai yang pro perubahan biasanya mempunyai program kerja yang lebih konkrit untuk dijalankan, memiliki komitmen untuk menegakkan hukum. Dan yang paling penting, program kerja dari partai yang pro perubahan itu selalu merefleksikan permasalahan yang ada di masyarakat.
Berdasarkan survei LSJ yang bertajuk Dinamika Elektabilitas Parpol Menjelang Pemilu, partai dengan elaktibilits tertinggi adalah PDI Perjuangan dengan perolehan suara 19,83 persen, kemudian Partai Golkar (17,74%), Partai Gerindra (12,58%), Partai NasDem (6,94%) dan Partai Hanura (6,85%). (r4)