Tabungan Umrah Tak Matikan Biro Perjalanan

Tidak ada komentar 140 views

Jakarta, (DOC) – Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, di Jakarta, Kamis (3/4/2014), menegaskan program tabungan umrah yang digagas Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) bukan akan mematikan biro perjalanan (travel), tetapi untuk melindungi jamaah dari penipuan. Esensinya adalah menjaga keselamatan uang jamaah yang punya animo untuk melaksanakan ibadah umrah.
Menag mengatakan Tabung Umrah tersebut akan dibuka di 17 bank syariah Bank Penerima Setoran (BPS). Ke-17 BPS tersebut juga sudah ditetapkan sebagai penerima setoran awal dana haji. Dengan cara itu dimaksudkan agar masyarakat Muslim lebih terangsang untuk melaksanakan umrah. Setiap tahun, jemaah yang punya minat umrah sekitar 500 ribu orang sehingga potensial untuk menjalankan wisata religius.
Politisi dari Partai PPP itu menilai bahwa ketimbang melaksanakan wisata yang sifatnya hedonis, glamor, dan hura-hura tentu akan lebih baik diarahkan untuk melaksanakan wisata religius.
“Kita pindahkan wisata ke Mekkah dan Madinah. Ini akan berdampak pada perbaikan akhlak bagi anak,” jelasnya.
Jadi, wisata religius ini diharapkan dapat menyertakan semua lapisan masyarakat. Termasuk anak usia dini. Selain itu, program Tabung Haji tidak akan mengganggu pihak swasta sebagai penyelenggara ibadah umrah. Meski jamaah menabung dengan atas nama rekening Menteri Agama, tetapi untuk pelaksanaannya tetap diserahkan kepada swasta. Tugas pemerintah hanya menghimpun dana dan melindungi uang umat Muslim yang hendak melaksanakan umrah.
Adapun, jika ada bunga bank, itu tetap menjadi hak Jemaah. Ke depan, pelaksanaan umrah melalui Tabung Umrah itu akan dibuat kelas per kelas sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Bagaimana pengaturannya akan diatur kemudian. (we/ant/r4)