Tak Ada Coblos Ulang, KPU Anggap Pilpres Sesuai Prosedur

Surabaya,(DOC) – Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin membantah jika dalam proses pelaksanaan Pemilu Presiden(Pilpres) di Surabaya, terjadi kecurangan terutama menyangkut masalah daftar pemilih khusus tambahan.
Diberikannya kesempatan bagi pemilih untuk memberikan hak suara dalam Pilpres dengan hanya menggunakan KTP atau keterangan domisili, menurut Ia, sudah sesuai dengan aturan KPU. Prinsipnya KPU telah memberikan kemudahan kesempatan dan melayani warga untuk menyampaikan hak suaranya.
“Jadi dalam masalah ini tidak ada aturan yang ditabrak KPU Surabaya dalam menjalankan Pilpres. Itu yang kita jalankan, tidak ada tabrakan aturan yang di keluarkan KPU Surabaya,” katanya.
Dengan adanya surat edaran dari KPU Surabaya itu, menurut Robiyan, menjadi dasar bagi KPPS dan PPK dalam melaksanakan tahapan Pilpres dengan pemilih yang tidak membawa form A5 dan dimaksukkan dalam form DPTKTb.
“Itu telah dijalankan KPPS dalam Pilpres dengan memberi waktu pemilih DKPTb mulai pukul 12.00 – 13.00 WIB,” tutur Robiyan
Apalagi Panwaslu tidak merekomendasikan adanya coblos ulang, cuma diminta untuk mencermati TPS yang terdapat DKPTb. “Tidak ada coblos ulang. Kita diminta mencermati saja,”papar Robiyan.
Pihaknya berharap rekapitulasi yang digelar KPU Surabaya kali ini berjalan lancar. “Jika perlu hari ini selesai,” imbuhnya.
Sementara itu, Proses rekapitulasi manual di KPU kota Surabaya hingga kini masih berjalan lambat, akibat protes dari masing-masing saksi dari kedua pasangan Capres Cawapres Pilpres 2014, saat penghitungan suara di tiap kecamatan.(r7)