Tak Ada DO, BBM Di Pantura Kosong

Tidak ada komentar 187 views

Surabaya, (DOC) – PT Pertamina Region V Jawa Timur menjelaskan bahwa kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis premium di wilayah pantai utara (pantura) bukan karena pembatasan alokasi premium. Namun, dikarenakan pihak SPBU tidak memiliki Delivery Order (DO).
“Pertamina tidak melakukan pembatasan alokasi Premium maupun Solar ke seluruh SPBU di wilayah Marketing Operation Region V serta untuk SPBU yang dilaporkan sempat kosong, dikarenakan SPBU-SPBU tersebut tidak memiliki DO (delivery Order) Premium,” kata Assistant Manager External Relation Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari,di Surabaya, Senin (10/2).
Heppy menambahkan, akan segera meminta pihak SPBU untuk melakukan penebusan DO. Bagi yang sudah menebus DO, tegas Heppy, pihaknya sudah melakukan pengiriman premium dari Terminal BBM Tuban.
“Kita juga akan berikan surat peringatan atas kelalaian menjaga ketahanan stok di masing-masing SPBU agar kejadian seperti ini tidak berulang maka akan kami beri skorsing atau penghentian sementara pasokan BBM,” tegasnya.
Heppy juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada Pertamina jika mengetahui ada SPBU mengalami kekosongan stok BBM dengan menghubungi nomor berikut 500 000.
Sebelumnya, tersiar kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premiun terjadi di wilayah Kabupaten Tuban, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di sepanjang pantura Tuban kehabisan stok premium.
Kelangkaan Premium tersebut terjadi di SPBU yang berada di mulai dari kawasan Kota Tuban sampai dengan SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Tengah.
Dari sebanyak tujuh SBPU yang berada di sepanjang jalur Pantura Tuban menuju arah Jawa Tengah tersebut terdapat enam SPBU yang kehabisan stok Bensin. Sedangkan untuk satu SPBU yang masih memiliki stok dipenuhi oleh pembeli yang sedang mengantri untuk membeli Bensin.
Dengan kondisi SPBU yang kehabisan stok Premium tersebut membuat sejumlah pengendara kendaraan bermotor merasa kawatir jika kehabisa bensin di tengah jalan. Sehingga mereka terpaksa harus membeli bensin enceran di tepi jalan supaya tidak sampai kehabisan bensin. (r4)