Tak Beda Anak Hatta Rajasa dengan Sopir Maut Afriani

Jakarta, (DOC) – Tak ada beda, ulah Rasyid Rajasa dengan sopir maut Afriani Susanti. Keduanya sama-sama menghilangkan nyawa manusia saat mengemudi secara ugal-ugalan. Namun apakah perlakuan polisi terhadap keduanya tetap sama? Pasalnya, Rasyid anak petinggi PAN yang juga seorang menteri dan besan SBY, sementara Afriani hanyalah warga biasa.

Apakah, hukum benar-benar ditegakan atas kasus kecelakaan mobil tersebut? Nampaknya, ada perlakuan istimewa dari pihak kepolisian terhadap anak menteri tersebut. Informasinya, kendaraan jeep BMW yang dikendarai Rasyid, justru sulit ditemukan karena disimpan rapat oleh pihak kepolisian.

Anggota Komisi III DPR-RI, Aboe Bakar Al-Habsyi meminta agar polisi benar-benar tegas dalam mengusut kasus itu. Jangan melakukan perbedaan di mata hukum. “Bila memang terjadi kelalaian yang menyebabkab kematian, maka tidak boleh ada perlakuan istimewa, meskipun anak dari seorang Menteri, Ketua Partai, ataupun besan Presiden, itu bentuk perlakuan equality before the law dalam criminal justice system. Tindak pidana ini bukan delik aduan, jadi tidak ada kaitannya dengan sikap keluarga, dilaporkan atau tidak, damai ataupun tidak, ya polisi harus tetap memproses,” tegas Aboe Bakar.

Pihak Kepolisian diminta tidak memberikan perlakuan secara istimewa terhadap anak bungsu Hatta Rajasa, dalam penyelidikan kasus kecelakaan maut di Jagorawi yang menyebabkan dua orang tewas pada Selasa (1/1/2013) pagi.

“Jika memang unsur-unsur dari Pasal 360 KUHP terpenuhi, maka yang bersangkutan harus diproses. Lihat saja kasus pedangdut kondang Syaiful Jamil. Saiful jamil saja yang mengalami kecelakaan tunggal, nyetir sendiri dengan korban isterinya sendiri diproses hingga ke pengadilan dengan delik kelalaian. Jadi aturan yang sama seharusnya diterapkan pada kasus ini, bila tidak ini akan menjadi preseden buruk buat polisi,” tandas politisi PKS ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Selasa (1/1/2013) pagi, pukul 05.45. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa siang, mengungkapkan, Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikemudikan Frans Joner Sirait (37) ditabrak dari belakang oleh BMW B 272 HR yang dikemudikan M Rasid Amrullah Rajasa (22), anak bungsu Hatta Rajasa.

Hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi dan penelitian di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi karena pengemudi BMW B 272 HR, yang mobilnya melaju dari arah utara ke selatan di lajur 3, mengantuk. Akibatnya, BMW menabrak Daihatsu Luxio F 1622 CY dari belakang. Dua korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Harun, warga Cibodas Sari, Tangerang, dan M Raihan (14 bulan), Mekarjaya, Sukabumi. Tiga orang yang luka-luka dan dibawa ke RS Polri adalah Nung (30) dan Moh Rifan. Seorang lagi dibawa ke RS UKI yakni Supriyati (30). (ac/r4)