Tak Gentar Ada Penjegalan Pelantikan Wawali

Tidak ada komentar 168 views

Surabaya, (DOC) – Wakil Walikota (wawali) Whisnu Sakti Buana (WS) sepertinya tetap optimis dengan rencana pelantikanya dirinya pada hari Jumat (24/1) mendatang. Secara tegas, WS mengaku tidak terganggu dengan keberadaan sejumlah fraksi yang masih mempertanyakan keberadaan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurut WS, keberadaan SK pelantikan dirinya dari Kemendagri semestinya tidak menjadi persoalan. Apalagi, hingga saat ini piaknya juga tidak tahu dimana keberadaan surat keputusan tersebut.
“Kalau mereka (sejumlah fraksi, red) ingin tahu, suruh mereka tanya ke gubernur jatim,” kata Whisnu sakti Buana, Rabu (22/1).
Begitu juga dengan kemungkinan terjadinya aksi boikot yang dilakukan sejumlah fraksi di DPRD Surabaya, sebagaimana saat pemilihan wakil walikota pada 8 Nopember lalu, legislator asal PDIP ini juga mengaku tidak khawatir.
WS beralasan, pelantikan Wakil walikota nanti bakal dilangsungkan dalam paripurna istimewa. Itu artinya, tidak ada ketentuan peserta anggota dewan yang hadir saat pelantikan harus kuorum atau tidak. “Untuk paripurna istimewa itu tidak perlu kuorum. Jadi, paripurna nanti tetap dilangsungkan mesti anggota dewan yang hadir tidak kourum,” tandasnya.
Untuk diketahui, empat fraksi di DPRD Kota Surabaya yakni Fraksi Golkar, PKB, PKS dan Gabungan Apkindo masih mempertanyakan keabsahan pelantikan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih Wisnu Sakti Buana yang akan digelar pada Jumat (24/1).
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya Blegur Prijanggono menyatakan, Fraksi Golkar tetap meminta adanya SK penetapan Wakil Wali Kota dari Menteri Dalam Negeri. Menurutnya, jika ada tembusan dari Pemprov Jatim soal persiapan pelantikan, mestinya SK dari Kemendagri juga dilampirkan.
“Pelantikan Wakil Wali Kota Surabaya harus mengacu pada SK dari Mendagri,” kata Blegur Prijanggono.
Tidak hanya Blegur Prijanggono, Wakil Ketua DPRD Surabaya yang juga merangkap sebagai Ketua FPKB KH. Na’im Ridwan juga memberikan pendapat serupa. Menurutnya, jika masih ragu menggelar pelantikan akan lebih baik jika dikonsultasikan ke pemprov terlebih dahulu.
Terpisah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan, dirinya tidak memiliki persiapan khusus jelang rencana pelantikan Wawali pada hari Jumat. “Yang melantik kan bukan saya, jadi saya tidak memiliki persiapan apa-apa. Apalagi, ruangan Wawali juga sudah kosong dan siap digunakan,” kata Tri Rismaharini.
Bahkan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya ini secara tegas mengaku, dirinya siap datang dalam pelantikan Whisnu Sakti Buana nanti. “kalau saya diundang oleh DPRD, saya pasti datang,” tegasnya. (k1/r4)