Tak Kompromi Dewan Usir Pedagang Eks Korban Kebakaran Pasar Turi

Surabaya,(DOC) – Belum selesai permasalahan pembangunan pasar Turi, kini muncul lagi persoalan baru yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran kota(PMK) Surabaya.
Lahan milik PMK yang sekarang ditempati oleh para pedagang eks korban kebakaran pasar Turi pertama, diminta untuk segera dikosongkan.
Chandra Oratmangun Kepala Dinas PMK Surabaya saat melakukan hearing dengan anggota DPRD Surabaya menyatakan, keberadaan puluhan pedagang tersebut sangat menyulitkan mobil pemadam saat akan keluar masuk gedung PMK.”stand pedagang ini menempel bangunan gedung kantor PMK, sehingga mereka harus pindah karena sangat mengganggu”, jelasnya. Kamis(4/9/2014) kemarin.
Sebenarnya permintaan pindah tersebut, menurut Chandra sudah disampaikan ke pedagang beberapa tahun lalu. namun saat itu mereka malah menggugat ke pengadilan. “secara hukum gugatan mereka kalah di Mahkamah Agung(MA). mereka juga tidak mengantongi Izin mendirikan Banguna n(IMB),” terang Chandra.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Surabaya sementara, Ir.Armudji, MH lebih berpihak kepada Pemkot dan mendukung penggusuran.
“Persoalan ini saya pernah tangani pada periode sebelumnya. Pedagang memang melanggar. Jadi nanti PMK bisa minta tolong Satpol PP untuk segera memproses pengosongan lahan. pedagang diberi batas waktu”, terangnya.
Terpisah, pihak kuasa hukum pedagang Sabar Jhonson Situmorang, SH nampaknya tidak bisa membantah keputusan tersebut, meski masih merasa belum puas. “Kami akan pelajari dulu. Paling tidak ada waktu lah bagi pedagang untuk mengosongkan lahan,” ujarnya.
Rencananya, pedagang diberi waktu 21 hari untuk mengosongkan lahan dan memberitahukan persoalan tersebut ke pemkot Surabaya sebanyak 3 kali berturut-turut.(r7)