Mandor Kabur, Proyek Saluran Donokerto Baru Kacau

Tidak ada komentar 125 views

Surabaya,(DOC) – Pihak pelaksana proyek yang menggarap selokan di Jl Donokerto Baru C, benar-benar telah melakukan tindakan wanprestasi. Pasalnya, proyek selokan sepanjang 100 meter, hanya dikerjakan selama dua minggu, itupun sama sekali tak rampung alias amburadul.
Sayangnya, janji menyelesaikan pekerjaan sebelum lebaran, benar-benar tak terwujud. Pekerjaan di kampung tersebut, dilakukan CV Nagara dan itu merupakan proyek penunjukan langsung(PL).
Sementara, pihak Jaringan Kartika (Jangkar) justru yang lebih dulu mempersoalkan tak selesainya pekerjaan tersebut. Jangkar sendiri adalah sebuah wadah sosial yang dimiliki salah satu anggota DPRD Surabaya Kartika Pratiwi Damayanti. Menurut Maya, sapaan akrab anggota Komisi B DPRD Surabaya itu, Jangkar ini justru bergerak di bidang sosial dan kesehatan. “Jangkar itu tak pernah menjalankan proyek pembangunan apapun,” tegas Maya saat dikonfirmasi.
Terkait proyek itu, Maya yang sudah berkonsultasi dengan pihak Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya, mengetahui jika pekerjaan yang mangkrak itu dilakukan CV Nagara dengan pimpinan Sulis Gundul.
Dikonfirmasi, Sulis Gundul mengakui jika proyek itu milik CV Nagara melalui PL. Sulis menegaskan, pihaknya memang akan menyelesaikan proyek itu. Alasannya, pekerjaan pembangunan yang dimilikinya itu memang sumber penghasilan perusahaannya, jadi tak mungkin akan mbalelo dari pekerjaan.
“Proyek itu bukannya kita lepas, kita tinggalkan, tapi ini karena ada hal lain. Saat pertama mengerjakan, kami ditipu mandornya, Yanto. Saat itu Yanto membawa lari uang proyek kami sebesar Rp13 juta. Selanjutnya, kami ganti mandor, namanya Pras. Ini juga menipu kami dengan membawa kabur uang proyek sebesar Rp7 juta. Karena itulah, kami tak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Padahal dengan ganti mandor kedua, rencananya setelah lebaran lalu, sudah selesai,” beber Sulis yang mengaku jika perusahaannya bermodal kecil yang hanya bisa mengandalkan proyek PL.
Dia juga menegaskan, saat mengerjakan proyek, banyak warga yang enggan membongkar penutup got-nya. Bahkan ada warga yang minta agar gotnya lebih dulu dikerjakan, padahal pekerjaan itu belum sampai rumah warga tersebut. Hal ini juga menjadi penghambat proyek tersebut.(r4/r7)